Sederet Fakta Warga Lamongan Protes Lirik Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet'

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 11:58 WIB
makam joko tingkir
Makam Joko Tingkir di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Para warga, kiai hingga tokoh di Lamongan mengaku keberatan dengan lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet. Mereka tak terima nama besar Joko Tingkir diparodikan. Diketahui, lagu bertajuk Joko Tingkir Ngombe Dawet kini sedang populer di masyarakat.

Joko Tingkir merupakan sosok ulama besar. Ia disebut sebagai guru para ulama di Nusantara. Selain itu, Joko Tingkir merupakan salah satu murid dari Raden Said alias Sunan Kalijaga.

detikJatim menghimpun sejumlah fakta-fakta soal hal ini, simak ya!

Seniman Lamongan Narto WidodoSeniman Lamongan Narto Widodo/Foto: Seniman Lamongan Narto Widodo (Istimewa)

Diprotes Warga-Ulama

Salah satu seniman Lamongan Narto Widodo mengaku mendapat aduan tentang lagu itu dari warga dan juga pemuka agama. Mereka keberatan sosok Joko Tingkir diparodikan. Narto merasa keberatan penggunaan nama Joko Tingkir dalam lirik lagu tersebut karena membuat gusar para pemuka agama.

"Banyak saran dan masukan, terutama dari para kiai dan juga warga yang masuk kepada saya terkait viralnya lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' ini, terutama dari para kiai yang keberatan nama Joko Tingkir diparodikan seperti dalam lagu tersebut," kata Narto kepada detikJatim, Rabu (10/8/2022).

Keberatan para kiai tersebut, menurut Cak Narto, karena sosok Joko Tingkir dinilai telah direndahkan. Padahal Joko Tingkir merupakan tokoh ulama yang dihormati di Lamongan.

"Yang dipersoalkan para kiai itu adalah penggunaan kata Joko Tingkir dalam syair atau lirik lagu tersebut," ujar Cak Narto.

Narto Khawatir Bisa Sebabkan Kualat

Pria yang juga menjabat Pembina Insan Dangdut dan Entertainment Lamongan (Ideal) ini juga khawatir, apabila tak menuruti petuah para kiai, hal ini bisa mengakibatkan kualat atau bala yang akan datang di kemudian hari. Ia juga meminta minta maaf jika sudah ada yang terlanjur menyanyikan lagu tersebut di Lamongan.

"Saya atas nama Seniman Lamongan memohon maaf bila sudah terlanjur menyanyikan lagu Joko Tingkir, karena ketidaktahuan kami atau kebodohan kami tentang tokoh seorang Joko Tingkir," tambah Cak Narto.

Tak hanya itu, Cak Narto menyebut, Joko Tingkir merupakan ulama dan wali. Joko Tingkir juga sosok yang dihormati di Lamongan.

"Memperhatikan saran masukan dari banyak kiai sepuh, demi menghormati dan bentuk takzim (hormat) kita kepada Joko Tingkir selaku ulama atau wali," imbuhnya.

Kisah Joko Tingkir dan Gus Dur, di halaman selanjutnya!