Round-Up

Dahsyatnya Kebakaran di TPA Supiturang Disertai Ledakan dan Asap Tebal

Denza Perdana - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 08:00 WIB
Asap membubung tinggi di area TPA Supiturang, Rabu sore. (Foto: dok. Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (21/10/2026) siang, menyisakan situasi mencekam. Tak sekadar membakar perbukitan sampah seluas hampir satu hektare, peristiwa ini diwarnai ancaman ledakan gas metana hingga asap yang masuk ke permukiman warga.

Kepulan asap hitam pekat pertama kali membubung sekitar pukul 13.00 WIB hingga mengubah warna langit di sekitar kawasan Sukun menjadi kecokelatan. Di awal kejadian, area lokasi sempat disterilkan secara ketat oleh petugas keamanan setempat, di mana warga maupun awak media dilarang mendekati gerbang TPA.

"Masih dalam penanganan, perintah pimpinan media dilarang masuk," ucap salah satu petugas keamanan yang berjaga di gerbang TPA Supiturang, Rabu siang.

"Tahunya sudah besar gini mas. Sampai langitnya gelap," tutur salah seorang warga setempat, Toni.

Dugaan awal pemicu kebakaran berasal dari aktivitas pembuangan percikan api atau pembakaran sampah di sisi selatan area penampungan. Embusan angin yang sangat kencang ditambah kondisi rumput kering musim kemarau membuat kobaran api cepat merambat ke arah utara dan melalap sekitar 70 persen bukit sampah di sisi selatan.

"Kemungkinan ada wilayah selatan ada orang bakar sampah, sehingga percikannya karena tiupan angin itu lari ke arah utara. Dan sekarang terbakar hampir seluas satu hektare," kata Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno.

"Tiupan angin kencang ini adalah kendala yang membuat kami sulit memadamkan," tambah Prayitno.

Proses pemadaman oleh 50 personel gabungan dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, hingga unit armada swasta menghadapi ancaman serius dari kandungan material sampah itu sendiri. Petugas di lapangan beberapa kali dikejutkan oleh suara ledakan dari dalam tumpukan padat limbah.

"Tumpukan sampah ini mengandung gas metana, yang tadi beberapa kali juga sempat terjadi suara ledakan," terang Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan.

Pandu menjelaskan bahwa potensi bahaya terbesar justru terletak di bawah permukaan tanah yang tidak terlihat secara kasatmata. Mesin pemadam dan siraman air kerap kali hanya memadamkan gejolak api di bagian atas, sementara bara api aktif masih menjalar di bagian kedalaman tumpukan.

"Atasnya sudah padam, namun masih terkandung hidden fire atau api-api tersembunyi yang kita masih belum tahu berapa kedalamannya di bawah permukaan tanah atau permukaan tumpukan," ungkap Pandu.

Dampak asap tebal dari terbakarnya sampah tersebut tercium hingga permukiman warga di Perum Austinville, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang berjarak di sebelah utara lokasi. Warga mengeluhkan bau menyengat serta sesak napas akibat kabut asap putih yang membumbung hingga malam hari.

"Kabut asap dari siang pukul 2-an sudah masuk perumahan. Sampai malam pukul 21.00 WIB tadi kabut asap masih ada. Sesak kena kabut asap, baunya menyengat," kata salah satu warga terdampak, Otto.

Hingga Rabu malam sekitar pukul 22.35 WIB, kobaran api utama dilaporkan telah berhasil diredam dan menyusut menjadi puluhan hotspot atau titik api kecil. Kendati demikian, puluhan petugas pemadam masih disiagakan di lokasi hingga Kamis pagi guna melakukan penyiraman dan pembasahan intensif demi memastikan hidden fire di dasar tumpukan sampah benar-benar padam.

"Sekarang sudah menjadi spot-spot kecil api. Mungkin ada sekitar 50 sampai 70 titik api kecil. Kami masih siaga hingga besok pagi," pungkas Prayitno.



Simak Video "Video: 7 Orang Tewas dalam Kebakaran Lokasi Konstruksi di Moskow"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork