Dipadamkan Warga, Api Sempat Muncul di Pasar Besar Malang

Dipadamkan Warga, Api Sempat Muncul di Pasar Besar Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 28 Sep 2026 23:05 WIB
Petugas mengecek Pasar Besar Malang yang sempat muncul api dan asap
Petugas mengecek Pasar Besar Malang yang sempat muncul api dan asap (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Titik api sempat muncul di lantai 1 Pasar Besar Malang Jalan Pasar Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, namun dapat segera dipadamkan. Adanya titik kebakaran mulanya diketahui warga dari kepulan asap.

Warga yang mengetahui itu langsung bergegas memadamkan titik api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sebelum kemudian petugas PMK datang ke lokasi untuk melakukan pendinginan.

Diketahui api muncul pada salah satu lapak pedagang di lantai satu pada Senin (28/9/2026), pukul 20.21 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala UPT PMK Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menjelaskan percikan api awal diduga kuat berasal dari korsleting kabel listrik di lantai satu, persis di dekat fasilitas toilet.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, api diduga berasal dari percikan korsleting kabel listrik di lantai satu, persis di dekat fasilitas toilet. Nyala api yang berdekatan dengan material mudah terbakar sempat memicu asap pekat yang membubung hingga ke lantai dua dan tiga.

"Jadi ketika tim sampai di lokasi, sudah tidak ada nyala api. Nyala api awal ada di lantai 1, dan sudah berhasil dipadamkan petugas jaga pasar dengan APAR," ujar Pandu Rizki Darmawan kepada wartawan, Senin malam.

Pandu menambahkan, kesiapsiagaan warga dan petugas pasar yang merespons cepat menggunakan alat pemadam api ringan berhasil mencegah si jago merah merembet lebih jauh.

Meski api utama sudah padam saat personel tiba di Pasar Besar Malang, pada pukul 20.25 WIB. Tim pemadam tetap menyiagakan dua unit armada dan 10 personel untuk menyisir seluruh sudut bangunan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada sisa titik api yang belum dipadamkan.

"Tim damkar melakukan pembasahan di lantai 1, 2, dan 3 serta area terdampak lainnya. Juga memastikan tidak ada hidden fire atau potensi nyala api susulan," tegas Pandu.

Proses pendinginan dan penyisiran area terdampak seluas 27 meter persegi tersebut membutuhkan pasokan air sekitar 4 ribu liter.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang menimpa aset milik Pemerintah Kota Malang itu. Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, nilai kerugian material akibat insiden kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 25 juta.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads