Kronologi Kebakaran Dahsyat TPA Supiturang Malang

Kronologi Kebakaran Dahsyat TPA Supiturang Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 21 Okt 2026 21:15 WIB
Penanganan kebakaran TPA Supiturang, Malang.
Penanganan kebakaran TPA Supiturang, Malang. (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, Rabu (21/10/2026) siang. Sebanyak 50 personel gabungan berjibaku memadamkan api meluas hingga satu hektare.

Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno mengatakan, pihaknya awal menerima laporan kebakaran dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas kemudian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama unsur terkait.

"Kami Satpol PP bersama Kepala UPT Damkar, membawa Pak Sekretaris Satpol PP, menerima laporan pukul 13.00 dari Bapak Plt DLH. Sehingga kami langsung menuju ke sini membawa pasukan," ujar Prayitno saat ditemui di lokasi, Rabu (21/10/2026), sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prayitno, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai satu hektare. Sementara proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama embusan angin kencang yang membuat api mudah merembet ke area lain.

"Tiupan angin kencang ini adalah kendala yang membuat kami sulit memadamkan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Petugas juga menemukan titik api baru di sisi barat bagian bawah meski pembasahan di sisi selatan mulai menunjukkan hasil, dengan memadamkan titik api. Kondisi itu membuat petugas harus terus melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke bagian lain dari kawasan TPA.

"Memang kebetulan ini musim kemarau sehingga rumput kering yang ada di sini sangat mudah menjadi bara api," jelasnya.

Untuk memperkuat penanganan, Damkar Kota Malang mendapat bantuan dua armada pemadam dari Kabupaten Malang. Selain itu, dua truk tangki dari Perumda Tugu Tirta turut diterjunkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air. Sementara personel dan armada dari DLH serta relawan juga terlibat dalam penanganan di lapangan.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menjelaskan, selain mengerahkan enam kendaraan tangki milik Damkar Kota Malang, petugas juga melakukan penyekatan dan pembasahan di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi perambatan api menuju area yang belum terbakar.

"Tujuannya supaya menyekat perambatan api agar tidak semakin meluas," kata Pandu terpisah.

Pandu menambahkan, pemadaman tumpukan sampah memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Api yang terlihat di permukaan belum tentu sepenuhnya padam karena masih terdapat titik panas tersembunyi di bagian dalam tumpukan sampah.

"Atasnya sudah padam, namun masih terkandung hidden fire atau api-api tersembunyi yang kita masih belum tahu berapa kedalamannya di bawah permukaan tanah atau permukaan tumpukan," ungkapnya.

Di tengah proses pemadaman, Pandu memastikan kawasan permukiman warga masih berada dalam kategori aman karena jaraknya cukup jauh dari jangkauan api. Petugas bersama unsur pemadam kebakaran Malang Raya terus berupaya menjinakkan api secepat mungkin dengan dukungan lintas instansi.

"Kita semaksimal mungkin, sesegera mungkin dan sesingkat mungkin. Kita berjibaku dengan semua stakeholder terkait untuk segera memadamkan," pungkasnya.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads