Kebakaran dahsyat melanda pengolahan ban bekas di Jalan Raya Desa Domas, Trowulan, Mojokerto. Saking besarnya api, petugas pemadam kebakaran sampai berhenti menyemprotkan air.
Pantauan detikJatim di lokasi, api berkobar sangat besar di area belakang pengolahan ban bekas. Si jago merah mengamuk dengan dahsyat disertai asap hitam pekat yang terus membumbung ke udara.
Panasnya api terasa hingga radius sekitar 50 meter. Sejumlah truk pemadam kebakaran (PMK) sudah berada di lokasi. Namun, petugas menghentikan penyemprotan air ke kobaran api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nampak sebuah ekskavator membuat sekat dan menyisihkan tumpukan ban yang belum terbakar. Ratusan warga yang penasaran menyaksikan kebakaran dahsyat ini dari sekitar pabrik.
Buruh harian pengolahan ban bekas, Ali (50) menuturkan, kebakaran diketahui tejadi sekitar pukul 17.15 WIB. Api membakar tumpukan ban bekas yang belum diolah. Menurutnya, perusahaan ini sebatas memotong-motong ban bekas untuk dikirim ke Tangerang, Banten.
Dahsyatnya kebakaran tempat pengolahan ban bekas di Jalan Raya Desa Domas, Trowulan, Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim) |
"Tadi ada pekerja di sebelah utara (sedang memotong ban bekas), sekitar 8 orang. Di lokasi kebakaran tidak ada karyawan. Kurang paham penyebabnya," terangnya kepada wartawan di lokasi kebakaran, Kamis (22/10/2026).
Kapolsek Trowulan, Kompol Gusti Ngurah Ketut menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui satpam pengolahan ban bekas. Api yang awalnya kecil, dengan cepat menjalar ke tumpukan ban bekas hingga berkobar sangat besar.
"Apakah dari puntung rokok atau pembakaran sampah, kami juga belum tahu. Kami gali dulu penyebabnya. Mungkin karena cuaca panas juga sehingga api cepat merambat," jelasnya.
Kebakan hebat pengolahan ban bekas ini cukup mengkhawatirkan. Sebab lokasinya lumayan dekat dengan SPBU Domas. Menurut Gusti, saat ini petugas damkar belum bisa menyemprotkan air ke titik api.
"Tadi PMK sudah mencoba pakai satu truk berusaha melakukan pemadaman. Karena api terus membesar, akhirnya kami pisahkan ban-ban yang belum terbakar. Kami kosongkan lahannya supaya tidak merembet ke ban yang lain, kami kasih sekat," ungkapnya.
Hingga pukul 20.00 WIB, api masih berkobar besar di area belakang pengolahan ban bekas. Gusti memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini.
"PMK dikerahkan apabila ban yang terbakar ini sudah disekat, ada batasnya, baru air kami semprotkan," tandasnya.

