Kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kota Pasuruan menunjukkan tren peningkatan tiga bulan terakhir. Cuaca panas dan berdebu memicu tingginya sebaran debu di jalanan, menjadi sebab utama peningkatan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, kasus ISPA pada Juni sebanyak 5.093. Kemudian pada Juli sebanyak 5.907 kasus.
"Pada Juli terjadi peningkatan 814 kasus 15,99% dibandingkan Juni," terang Shierly, Rabu (16/9/2026).
Sedangkan kasus pada Agustus mencapai 6.176 kasus. Angka itu menunjukkan peningkatan kasus 1.083 kasus atau 21,26% dibandingkan Juni.
"Perubahan cuaca ekstrem membuat tubuh lebih rentan terserang virus atau bakteri," jelas Shierly.
Shierly menyebut langkah sederhana untuk mencegah paparan ISPA. Antara lain menggunakan masker saat keluar rumah, terutama bagi pengendara motor atau di daerah berpolusi, memperbanyak konsumsi air putih setiap hari, dan menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin.
"Istirahat cukup dan kurangi aktivitas luar ruangan juga penting," pungkasnya.
Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
(irb/hil)