Kebakaran Gunung Wilis Jauh dari Permukiman, Petugas-Warga Tetap Siaga

Kebakaran Gunung Wilis Jauh dari Permukiman, Petugas-Warga Tetap Siaga

Bakrie - detikJatim
Rabu, 16 Sep 2026 21:57 WIB
Kebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah Nganjuk
Kebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah Nganjuk (Foto: Dok. Istimewa)
Nganjuk -

Puncak Gunung Wilis yang berada di wilayah Nganjuk-Ponorogo terbakar hebat, Rabu (16/9) malam. Meski jauh dari pemukiman, warga dan petugas siaga penuh sejak pukul 21.20 WIB.

"Lokasinya (kebakaran) jauh dari pemukiman kami. Tapi warga di sini tetap standby," ungkap Nyuwito, Jogoboyo Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Nganjuk.

Menurut Nyuwito, lokasi yang terbakar berada jauh di atas Wisata Air Terjun Sedudo. Artinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu berada di Puncak Gunung Wilis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga cuaca bersahabat. Sehingga api tidak sampai merembet ke bawah," harapnya.

Tidak hanya warga, personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk bersama TNI, Polri, LMDH dan Perhutani hingga relawan bersiaga di sekitar pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah siagakan personel di sana. Bersama unsur lain, Polri, TNI, LMDH dan KPH Kediri," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono kepada detikJatim.

Kebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah NganjukKebakaran di Puncak Gunung Wilis dilihat dari wilayah Nganjuk membuat petugas dan warga siaga (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut Wicaksono, personel gabungan itu disiagakan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak merembet ke pemukiman warga.

"Untuk jarak titik api dari pemukiman warga saat ini sekitar 15 kilometer," terangnya.

Titik yang terbakar yang berada di puncak gunung, membuat proses pemadaman sulit dilakukan. Personel gabungan terpaksa harus berjalan kaki, karena jalur menuju lokasi tidak dapat diakses kendaraan.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di puncak Gunung Wilis wilayah Nganjuk dan Ponorogo. Visual titik api terpantau oleh BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Rabu (16/9/2026) pukul 19.16 WIB.

Prakirawan BMKG Nganjuk, Setiyaris menyampaikan, pergerakan api terpantau mengarah ke timur dan barat, menuju wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Saat ini, posisi api masih relatif jauh dari kawasan permukiman penduduk. Meskipun demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai," tulis Setiyaris.



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads