Penolakan Akhmad Muzakki kembali menjadi Rektor UINSA Surabaya tak hanya dari mahasiswa saja. Namun sejumlah dosen dan alumni juga menolak kepemimpinan periode kedua Muzakki.
Salah satunya, Hermanto Jakfar dosen UINSA Surabaya mengaku keberatan atas pengangkatan kembali Muzakki sebagai rektor. Hal itu karena Muzakki diduga ikut terseret pidana.
"Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," kata Hermanto, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Forum Guru Besar UINSA juga menyoroti keterpilihan Muzzaki pada periode kedua. Kepemimpinan dinilai tidak hanya berkaitan dengan pergantian figur, tetapi menyangkut tata kelola dan suasana akademik di kampus.
"Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA," ujar Prof Ghazali Said, juru bicara Forum Guru Besar UINSA.
Penolakan juga datang dari kalangan alumni. Ahmad Bajuri, Wakil Ketua Umum IKA UINSA mendesak Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki.
"Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng," pungkasnya.
Sebelumnya, massa mahasiswa UINSA menggelar demo di rektorat menolak pengangkatan Akhmad Muzakki sebagai rektor di periode keduanya. Demo terfsebut sempat diwarnai kericuhan dengan bakar membakar karangan bunga.
