Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan merespons laporan temuan gua di samping rumah warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Pihak dinas menyebut, gua tersebut merupakan gua alami dan bukan gua buatan.
"Kami sudah meninjau ke lokasi. Di sana ternyata ada tiga gua, satu di samping rumah warga dan dua posisi agak jauh, tapi masih satu lokasi," kata Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Ika Ratnawati, Rabu (10/9/2026).
Pihaknya belum memastikan apakah ketiga gua itu terhubung satu dengan yang lain. Namun ketiga gua memiliki kesamaan yakni sama-sama gua alami.
"Guanya sama-sama gua alam, bukan gua buatan," terangnya.
Pihaknya menegaskan tidak akan melakukan ekskavasi terhadap gua tersebut. Pihak desa dipersilahkan mengelola gua tersebut sebagai wisata.
"Kalau pihak desa mau mengelola sebagai lokasi wisata, dipersilahkan," terangnya.
Sebelumnya, warga Pasuruan di lereng Gunung Bromo, khususnya Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, heboh dengan kabar penemuan gua di samping rumah Ngatimin (75). Kabar itu memantik penasaran karena beredar di media sosial, sehingga beberapa warga datang ke lokasi.
Lokasi gua itu tepat di sisi kanan rumah Ngatimin. Bibir gua seperti lubang yang sengaja dibuat berukuran kurang dari satu meter tepat berada di sebelah pintu belakang rumah Ngatimin. Meski tidak terlalu lebar, orang dewasa tidak kesulitan masuk ke dalam.
Dari luar, gua itu memang seperti lubang buatan manusia. Namun saat dilihat ke dalam, tampak ruang rongga atau lubang alami sebagaimana gua alam pada umumnya.
Simak Video " Mengamati Harimau dan Perasaan Takut Saat Memberi Makan di Pasuruan "
(irb/hil)