Penemu gua yang baru-baru ini viral di media sosial sekaligus pemilik rumah di dekat sana, Ngatimin, mengungkapkan awal mula ia tahu ada gua di sana.
Dilansir detikJatim, ia mengetahui ada gua tanpa nama itu saat menambang batu di lokasi tersebut pada 1994. Pada saat itu Ngatimin juga tinggal tidak jauh dari gua tersebut.
"Dulu belum ada rumah di sini, rumah saya di depan sana. Waktu itu, saat saya cari batu, betel saya jatuh ke lubang. Saya bongkar batunya untuk mengambil betel, ternyata ada gua," kata Ngatimin, pada Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, ia membangun rumah tepat di samping gua tersebut. Uniknya sebelum bangun rumah di sana, ia sempat bermimpi jika di dalam gua muncul air yang bergejolak.
"Saya mimpi di sini ada sungai yang airnya mumbul-mumbul (bergejolak). Saya bikin rumah di sini. Sebelumnya tidak ada rumah," terangnya.
Sejak saat itu, keberadaan gua tersebut sebenarnya telah banyak diketahui orang. Namun, memang tidak tersebar luas, seperti saat ini karena viral di media sosial.
Ngatimin membantah jika dirinya menyembunyikan keberadaan gua ini. Ia hanya tidak mengumumkan atau menyebarnya. Ia juga bingung kabar gua tersebut bisa ramai di media sosial.
"Saya tidak tahu (siapa yang membuatnya beredar di media sosial)," ujarnya.
Beberapa orang yang sudah datang ke gua, katanya, melakukan ritual dan juga ada yang bersemedi. Ia juga tidak pernah melarang mereka. Ngatimin mengatakan orang-orang tersebut ia sebut sebagai gus.
"Banyak orang-orang spiritual dan gus-gus datang, mereka mendapatkan gaman (pisau). Katanya ada yang dapat keris, tombak, dan benda lain," jelasnya.
Ia mengaku pernah terjadi longsor di rumahnya dan berdampak pada gua. Sejak saat itu ia melarang orang masuk ke dalam gua karena berbahaya jika nantinya terjebak di dalam.
Setelah temuan gua ini viral, Kepala Desa (Kades) Andonosari, Pujianto (42), melaporkan gua tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Ia berharap pihak dinas bisa mengecek gua tersebut.
"Kita sudah laporkan ke dinas terkait, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, harapannya ada tindakan dinas terkait di gua itu. Karena beberapa hari ini, sejak beredar di media sosial, sudah mulai banyak warga yang datang," kata Pujianto, Kamis (10/9/2026).
Dengan adanya pihak berwajib mengecek gua tersebut harapannya bisa dilakukan penelitian untuk mengetahui keamanan strukturnya.
"Harapan ada penelitian lebih lanjut atau penggalian, misalnya, memastikan gua apa. Harapannya gua diamankan dan bisa menjadi sumber pengetahuan baru," jelasnya.
Pujianto mengaku khawatir gua tersebut ambruk. Sementara warga tampak antusias terhadap temuan ini sehingga mereka terus berdatangan.
Artikel ini sudah tayang di detikJatim.
(aqi/aqi)
