Warga ramai memadati rumah milik Ngatimin setelah mengetahui ada gua muncul di belakang kediamannya. Gua tanpa nama tersebut ukurannya tidak begitu besar, kurang dari 1 meter.
Dilansir dari detikJatim, jika dilihat dari luar gua tersebut terlihat seperti lubang buatan, bukan seperti gua batu. Namun ketika masuk ke dalam, ruang rongga atau lubangnya terlihat alami.
Jika tadi disebut tinggi lubang gua kurang dari 1 meter. Lebarnya sendiri antara 2,5-3 meter. Di dalam sana terdapat bekas jalan air yang diduga terbentuk alami karena lokasinya dekat sungai. Selain itu, ditemukan pula bekas-bekas sesaji atau sajen yang lazim ditemui di tempat-tempat wingit atau lokasi yang dianggap sakral oleh beberapa orang. Hal ini memang banyak ditemukan di kawasan Tengger, lereng Gunung Bromo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah bikin geger warga sekitar, warga diminta tidak masuk ke dalam gua karena alasan keselamatan.
"Meski kelihatannya (strukturnya) kuat, tapi khawatir juga kalau ambrol," kata Anang yang memberanikan diri masuk ke bawah melihat kondisi di dalamnya, pada Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan gua di dekat rumah Ngatimin bukan satu-satunya. Ada satu temuan lainnya yang jauh lebih kecil. Ia tidak bisa memastikan apakah gua tersebut terhubung satu dengan lainnya.
Setelah temuan gua ini viral, Kepala Desa (Kades) Andonosari, Pujianto (42), melaporkan gua tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Ia berharap pihak dinas bisa mengecek gua tersebut.
"Kita sudah laporkan ke dinas terkait, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, harapannya ada tindakan dinas terkait di gua itu. Karena beberapa hari ini, sejak beredar di media sosial, sudah mulai banyak warga yang datang," kata Pujianto, Kamis (10/9/2026).
Dengan adanya pihak berwajib mengecek, harapannya bisa dilakukan penelitian untuk mengetahui keamanan struktur gua.
"Harapan ada penelitian lebih lanjut atau penggalian, misalnya, memastikan gua apa. Harapannya gua diamankan dan bisa menjadi sumber pengetahuan baru," jelasnya.
Pujianto mengaku khawatir gua tersebut ambruk. Sementara warga tampak antusias terhadap temuan ini sehingga mereka terus berdatangan.
Artikel ini sudah tayang di detikJatim
(aqi/aqi)
