Ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Ponorogo mulai menerima bantuan pangan dari pemerintah. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi 3 bulan.
Penyaluran bantuan itu terus dipercepat. Perum Bulog mencatat distribusi bantuan di Kabupaten Ponorogo sudah mencapai sekitar 60% dari total 141.935 KPM yang terdaftar sebagai penerima.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan distribusi bantuan telah dimulai sejak pekan lalu. Pihaknya memasang target seluruh penerima di Ponorogo sudah mendapatkan bantuan sebelum pertengahan September.
"Mulai minggu kemarin sudah disalurkan dan realisasinya 60%. Harapan kami sesuai target di tanggal 15 September seluruhnya bisa terselesaikan," kata Budiwan saat ditemui di Ponorogo, Jumat (4/9/2026).
Budiwan menjelaskan Kantor Cabang Bulog Ponorogo tidak hanya menangani penyaluran bantuan di Kabupaten Ponorogo. Wilayah kerjanya juga meliputi Pacitan dan Magetan dengan jumlah keseluruhan penerima mencapai sekitar 315 ribu KPM.
Khusus untuk Ponorogo, sebanyak 141.935 KPM masuk dalam daftar penerima bantuan pangan. Mereka menerima beras dengan jumlah total 30 kilogram per keluarga.
Bantuan itu merupakan jatah untuk periode Juli hingga September 2026. Setiap KPM sebenarnya mendapatkan alokasi 10 kilogram beras setiap bulan, namun penyalurannya diberikan sekaligus untuk 3 bulan.
Program bantuan kali ini juga berbeda dibandingkan penyaluran sebelumnya. Jika pada program terdahulu masyarakat menerima beras bersama minyak goreng, kali ini bantuan hanya berupa beras dengan jumlah yang lebih besar.
"Dulu bantuan pangan ada beras 20 kg, minyak 4 liter, sekarang beras saja total 30 kg," ujar Budiwan.
Di sisi lain, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan bantuan pangan beras merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat dalam kelompok ekonomi rentan.
Secara nasional, program itu menyasar kurang lebih 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Sementara di Jawa Timur, jumlah penerimanya mencapai sekitar 5,6 juta KPM.
Andriko mengatakan proses distribusi bantuan di berbagai daerah masih terus berjalan. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan secara nasional telah menjangkau ratusan ribu penerima.
"Per hari ini dari 30 kg itu sudah terealisasi 43% atau 745 ribu KPM," kata Andriko saat melakukan pemantauan penyaluran bantuan di Kelurahan Jingglong, Ponorogo.
Pemerintah pun meminta proses distribusi segera dituntaskan agar bantuan dapat diterima seluruh warga yang telah masuk dalam daftar penerima. Secara nasional, Bulog diberi waktu hingga akhir September untuk menyelesaikan penyaluran. Namun, khusus untuk Jawa Timur, penyelesaian distribusi ditargetkan lebih cepat.
"Bulog bersedia menyelesaikan ini paling lambat sampai akhir September, tapi di Jatim pertengahan September sudah selesai," jelasnya.
Menurut Andriko, keberadaan bantuan beras gratis diharapkan dapat menekan beban belanja masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Dengan kebutuhan beras yang telah terpenuhi melalui program pemerintah, penghasilan warga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Adapun penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Selain menjalankan distribusi bantuan pangan, Bulog Ponorogo juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penjualan beras SPHP hingga kini masih berlangsung melalui pasar maupun sejumlah toko di wilayah Ponorogo.
Simak Video "Video: Kemeriahan Larungan Telaga Ngebel, Ikan Nila 3 Kuintal Jadi Rebutan"
(ihc/dpe)