Perum Bulog gencar mendistribusikan bantuan pangan yang diinisiasi pemerintah pusat kepada masyarakat. Langkah ini seiring dengan melimpahnya stok beras nasional mencapai 5,4 juta ton.
Direktur Keuangan Perum Bulog Hendra Susanto menjelaskan bahwa momen penyaluran ini juga bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia. Menurut Hendra pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat merayakan kemerdekaan sekaligus menikmati hasil capaian swasembada pangan nasional.
"Ini program pemerintah terus momentumnya peringatan 17 Agustus, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden menginginkan masyarakat merasakan kemerdekaan dan keberhasilan pemerintah dalam hal swasembada pangan," ujar Hendra usai meninjau penyaluran bantuan pangan di Gedung Balai RW08, Kelurahan Sukun, Kota Malang, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra mengungkapkan, persediaan beras Bulog saat ini sangat memadai untuk mendukung program sosial pengentasan pangan tersebut. Cadangan beras yang melimpah menjadi pondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
"Stok beras kami 5,4 juta ton seluruh Indonesia, dengan beras yang banyak presiden ingin masyarakat menikmati, itu kan tujuan mulia sehingga semuanya harus mendukung," tambahnya.
Hingga saat ini, penyaluran bantuan pangan nasional telah mencapai 235.770 ton beras dari total target 997,2 ribu ton yang ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk alokasi tiga bulan tersebut.
Program ini menyasar 33.244.408 penerima bantuan pangan yang terdaftar dalam desil 1 hingga 4 Data Sosial Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masing-masing penerima bantuan pangan mendapatkan alokasi 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram untuk periode Juli hingga September 2026.
Bulog sendiri mencatat pelaksanaan penyaluran bantuan pangan tahap pertama periode Februari-Maret 2026 telah rampung hingga 99,7 persen. Sementara untuk periode kedua ini, realisasi nasional sudah menyentuh angka 23,90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 30 September 2026.
Sementara Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho menambahkan jika penyaluran di Jawa Timur telah mencapai 24,56 persen atau setara 41.931 ton dari target total 170 ribu ton beras.
Jawa Timur mencatatkan jumlah penerima terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat, yakni mencapai 5,6 juta penerima bantuan pangan.
"Insya Allah Jawa Timur selalu 100 persen. Jumlah penerima 5,6 juta PBP, itu terbesar kedua setelah Jawa Barat," tegas Langgeng terpisah.
Sementara khusus untuk wilayah kerja Perum Bulog Cabang Malang yang mencakup Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 627.529 penerima bantuan pangan yang berhak menerima bantuan dengan total kuota beras disiapkan mencapai 18.825 ton.
