161.925 Keluarga Miskin di Mojokerto Dapat Bantuan 30 Kg Beras

161.925 Keluarga Miskin di Mojokerto Dapat Bantuan 30 Kg Beras

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 18 Agu 2026 10:46 WIB
Penerima bantuan pangan di Mojokerto
Penerima bantuan pangan di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Bantuan pangan untuk 161.925 keluarga miskin kategori desil 1-4 di Kabupaten Mojokerto mulai disalurkan bertahap. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras kualitas medium jatah Juli-September 2026.

Penyaluran perdana bantuan pangan beras periode Juli-September 2026 digelar di Balai Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet. Penyerahan beras kepada perwakilan penerima oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa (Gus Barra), menandai dimulainya bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini.

Gus Barra menjelaskan, total 161.925 keluarga kategori desil 1-4 menjadi penerima bantuan pangan beras periode Juli-September 2026. Para penerima manfaat ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bantuan pangan ini upaya pemerintah pusat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat," jelasnya kepada wartawan di lokasi, Senin (17/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kepala Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin menuturkan, bantuan pangan beras merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan Bapanas. Sedangkan Bulog ditugaskan mendistribusikan beras cadangan pemerintah kepada para penerima bantuan.

Menurut Husin, Bulog menyalurkan 4.857.750 Kilogram (4.858 ton) beras kualitas medium untuk program ini di Kabupaten Mojokerto. Bantuan beras dibagikan untuk 3 bulan sekaligus. Sehingga masing-masing keluarga menerima 30 Kg beras.

"Ini perdana, nanti menyusul desa-desa yang lain, kami harapkan selesai 30 September 2026," terangnya.

Bantuan pangan beras saat ini berjalan seiring dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Husin berharap kedua program ini menekan inflasi di Kabupaten Mojokerto, khususnya harga beras.

"Harapan pemerintah, kebutuhan pangan pokok keluarga terpenuhi dan mengendalikan inflasi, ditambah program SPHP yang terus berjalan sampai akhir tahun. Sehingga beras tersedia terus di pasar, masyarakat membeli dengan harga terjangkau," ujarnya.

Sebelum disalurkan kepada para penerima, tambah Husin, beras cadangan pemerintah lebih dulu disortir di gudang Bulog. Namun, pihaknya siap mengganti apabila masih ditemukan beras yang tidak layak konsumsi.

"Misalkan dari ribuan karung ditemukan satu, dua, kami lakukan penggantian. Penerima melaporkan ke desa, desa menginformasikan ke tim kami, kami lakukan penggantian," tandasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads