Antrean di SPBU Jember Mengular Dipicu Isu Kenaikan Harga Malam Ini

Antrean di SPBU Jember Mengular Dipicu Isu Kenaikan Harga Malam Ini

Yakub Mulyono - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 20:00 WIB
Antrean SPBU Jember dipicu isu kenaikan harga
Antrean SPBU Jember dipicu isu kenaikan harga (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah SPBU di Jember. Warga antre untuk membeli BBM karena adanya isu akan ada kenaikan harga BBM di awal September.

Antrean mengular didominasi kendaraan roda dua. Di beberapa lokasi, barisan kendaraan bahkan mengular sampai ke bahu jalan raya.

Seperti terlihat di SPBU Mlokorejo dan Jambearum Kecamatan Puger, Jalan Ahmad Yani dan Kreongan Kecamatan Patrang, juga SPBU Jl. Gajah Mada dan Mangli Kecamatan Kaliwates.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi di SPBU tersebut menunjukkan sebagian warga rela menyita waktu puluhan menit demi mendapatkan BBM subsidi. Rio Kurniawan (25), warga Kecamatan Sumbersari, mengaku harus mengantre hingga setengah jam.

ADVERTISEMENT

"Saya antre sejak pukul 2 siang. Baru dapat beli Pertalite jam setengah 3, kurang lebih antre antara 20-30 menit," ungkapnya, Jumat (4/9/2026).

Dia menambahkan, biasanya, kepadatan bahkan masih terjadi hingga dini hari. Seperti di SPBU kawasan Jalan Ahmad Yani.

"Antrean kayaknya dipicu oleh rumor liar di masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM per awal September yang belum terbukti kebenarannya," paparnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana memastikan seluruh jalur pasokan BBM subsidi menuju Jember tidak mengalami kendala. Dia menyebut fenomena antrean panjang ini murni dinamika lokal akibat isu yang beredar.

"Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying," terangnya.

"Fenomena terjadinya antrean yang mengular ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya tidak ada kendala sama sekali. Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying," tandasnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastilan penyaluran BBM ke SPBU di Jember berjalan seperti biasanya.Fenomena antrean panjang lebih banyak dipengaruhi adanya peningkaran konsumsi.

"Kami memastikan penyaluran Pertalite di SPBU di wilayah Jember tetap berjalan. Antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi pada waktu tertentu," kata Ahad.

Ahad menegaskan fenomena ini bukan disebabkan oleh kekosongan pasokan. Pihaknya bersama pengelola SPBU pun telah melakukan rekayasa dan penataan antrean agar tak mengganggu arus lalu lintas.

"Kami telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menata antrean agar tidak mengganggu akses jalan raya sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," ujarnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads