Gaji Ribuan PPPK Paruh Waktu Tulungagung Diusulkan Naik

Adhar Muttaqin - detikJatim
Rabu, 10 Jun 2026 20:50 WIB
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Gaji ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu Tulungagung diusulkan naik pada tahun ini. Peningkatannya diusulkan menjadi .Rp750 ribu atau Rp1 juta.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo, mengatakan saat pegawai 5.400-an pegawai pemerintah tersebut hanya mendapat gaji antara Rp350.000-400.0000/bulan. Kondisi tersebut dinilai tidak layak.

"Kita lagi menghitung untuk dinaikkan. Jadi kalau P3K patokannya yang kita pikirkan untuk paruh waktu. Ini mungkin sejalan dengan aspirasi dari teman-teman guru saat melakukan hearing," kata Dwi Hary, Rabu (10/6/2026).

Dari hasil kajian pemerintah daerah, besaran usulan jumlah kenaikan gaji PPPK paruh waktu menjadi Rp750 ribu dan Rp1 juta/bulan. Dua opsi yang diusulkan tersebut telah dihitung dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Kalau tahun ini (dinaikkan) kemungkinan masih realistis karena kita ngitungnya nanti memasukkannya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan)," jelasnya.

Dijelaskan, jika kenaikan disetujui tahun ini maka para pegawai paruh waktu tersebut diperkirakan akan menerima peningkatan sekitar empat bulan.

"Kalau PAK-nya Agustus, maka September, Oktober, November, Desember, 4 bulan mereka dapat tambahan," imbuhnya.

Dwi Hary menyebut penentuan besaran kenaikan gaji harus dihitung secara cermat, sebab penyediaan anggaran harus konsisten setiap tahun dan tidak bisa diturunkan atau dialihkan ke pembiayaan lain.

"Ya harus konsisten. Beda dengan anggaran infrastruktur bisa dikurangi atau direfokusing," jelas Hary.

Untuk memenuhi kebutuhan gaji PPPK paruh waktu tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp13 miliar/tahun. Pihaknya memastikan kenaikan itu tidak akan mengubah komposisi belanja pegawai.

"Karena PPPK paruh waktu kami ambilkan dari belanja barang dan jasa," imbuhnya.

Di sisi lain, BPKAD justru khawatir dengan wacana pengalihan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu, sebab jumlah anggaran yang dibutuhkan membengkak dan mempengaruhi komposisi belanja pegawai.

"Yang kami pikirkan untuk tahun 2027, 2028, ini kondisi fiskal tidak tidak menentu bukan hanya di APBD ya, di APBN dan kondisi dana transfer itu kita tidak tahu," imbuhnya.



Simak Video "Video: Bupati Tertangkap OTT KPK, Pendopo Tulungagung Ditutup"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork