5 Fakta Kasir di Pare Kediri Dimaki Pembeli-Dipecat gegara Salah Input

5 Fakta Kasir di Pare Kediri Dimaki Pembeli-Dipecat gegara Salah Input

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 30 Jul 2026 09:15 WIB
Putri, kasir Toko Al Amin Pare Kediri yang dimaki habis pembeli bernama Wati gegara kacang
Kasir toko dimaki pembeli gegara kacang di Pare Kediri/Foto: Dok. Istimewa
Kediri -

Video seorang kasir perempuan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang dimaki habis-habisan oleh seorang pembeli viral di media sosial. Kesalahan menginput satu barang belanjaan senilai Rp 54 ribu berbuntut panjang hingga kasir tersebut dituduh mencuri, dipermalukan dengan direkam, dan akhirnya kehilangan pekerjaannya.

Insiden di Toko Al Amin itu memantik perhatian publik. Setelah video pertama beredar luas, muncul video klarifikasi yang memperlihatkan kasir mendatangi rumah pembeli untuk meminta maaf. Meski kedua pihak mengaku telah berdamai, kasir tersebut tetap dipecat dari pekerjaannya.

Berikut fakta-faktanya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Berawal dari Salah Input Kacang Rp 54 Ribu

Peristiwa bermula saat kasir bernama Putri keliru menginput satu item kacang senilai Rp 54 ribu ke dalam struk belanja pelanggan bernama Wati. Kesalahan tersebut membuat total belanja membengkak dan memicu kemarahan Wati yang langsung merekam kejadian di meja kasir.

Dalam video yang viral, Wati menuding Putri berniat mencuri dan terus melontarkan kemarahannya tanpa memberi kesempatan kepada kasir untuk memberikan penjelasan mengenai kekeliruan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Aku ndek kene tuku. Iki Loh genah, aku ndek kene ra njukuk kacang loh. Batinku kok entek e akeh jajan 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu iki opo, padune koncomu maling toh iki. Ra enek kacang iki loh bantinku tak gowo mrene aku rung teko omah iki mau. (Aku di sini beli. Ini benar, aku di sini tidak ambil kacang loh. Perasaan kok habis banyak padahal jajan Rp 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu ini apa, mungkin temanmu ini maling. Tidak ada kacang ini loh perasaan tak bawa ke sini ini tadi)," kata Wati dalam video yang viral di media sosial.

Toko Al Amin, Pare Kediri lokasi kasir dimaki habis-habisan pembeli gegara salah input kacangToko Al Amin, Pare Kediri lokasi kasir dimaki habis-habisan pembeli gegara salah input kacang Foto: Andhika Dwi/detikJatim

2. Kasir Dimaki, Dituduh Maling hingga Dilempari Keranjang

Tak berhenti pada protes, Wati juga melontarkan berbagai kata-kata kasar kepada Putri, menuduhnya hendak mencuri, bahkan melempar keranjang belanja ke arah kasir. Beruntung, rekan kerja Putri sigap menahan keranjang tersebut sehingga situasi tidak semakin memanas.

Sepanjang kejadian, Putri hanya terdiam dan tidak melakukan perlawanan, sementara rekan kerjanya berusaha menenangkan pembeli agar keributan tidak berujung pada tindakan yang lebih buruk.

"Awakmu ndek kene mbabu loh nduk. Tak baleni pisan engkas, raimu loh pasangen sing apik, dadi ben penak disawang wong. Gak omong wong tuek madepo raimu. Wong tuku rene gowo duit ra ngemis. Lak tak prek cangkemu tenan (Kamu di sini cuma pembantu, Nak. Saya ulangi sekali lagi, pasang wajahmu yang baik supaya enak dipandang orang. Kalau bicara dengan orang yang lebih tua, hadapkan wajahmu. Orang belanja ke sini membawa uang, bukan mengemis. Nanti saya benar-benar pukul mulutmu)," kata Wati kepada Putri.

"Ojo kok reken raimu kemayu ra enek karo raimu nduk. Balenono pisan engkas kowe, lek gak kocomotomu, raimu tak guwak isok. Iki padune ate nyolong. Wong karuan ora njukuk kacang kok diinput kacang. Ora masalah aku nek kowe njaluk, njaluk o nduk. Ora ngunu caramu (Jangan mentang-mentang merasa cantik lalu tidak ada yang berani sama kamu, Nak. Saya ulangi sekali lagi, jangankan kacamatamu, wajahmu juga bisa saya pukul. Ini sebenarnya mau mencuri. Orang tidak mengambil kacang kok malah diinput kacang. Saya tidak masalah kalau memang kamu minta, ya minta saja, Nak. Bukan seperti itu caranya)," lanjut Wati.

"Ngunu kui dijelasno mas, sepurane mbak. Kowe krungu koncomu njaluk sepuro aku. Ora krungu toh, yo gathel (sambil lempar keranjang). Kowe njaluk sepuro opo ora (Begitu itu dijelaskan, Mas. Minta maaf sama saya, Mbak. Kamu dengar temanmu minta maaf ke saya? Tidak dengar ya? Ya brengsek. Kamu minta maaf atau tidak?)" hardik Wati kepada Putri.

3. Putri Datangi Rumah Pembeli dan Minta Maaf

Setelah video tersebut menjadi perbincangan luas, Putri bersama pemilik Toko Al Amin, Ahmad, mendatangi rumah Wati untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dalam kesempatan itu, Putri mengakui kesalahan yang terjadi merupakan kelalaiannya saat bekerja.

Tak hanya meminta maaf, Putri juga menyatakan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut dan mengungkapkan dirinya sudah tidak lagi bekerja di Toko Al Amin sejak 27 Juli 2026.

"Terkait dengan kejadian yang kemarin. Saya ingin mengklarifikasikan Bahwa dalam hal tersebut merupakan kelalaian saya dalam hal bekerja. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bu Wati atas ketidaknyamanannya yang ditimbulkan di Toko Al Amin," ujar Putri dalam video klarifikasi.

"Saya bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Per tanggal 27 Juli 2026 saya sudah tidak menjadi bagian dari Toko Al Amin. Pihak Toko Al Amin tetap berkomitmen penuh memberikan pelayanan yang terbaik dan memastikan kejadian ini tidak terulang kembali," imbuh Putri.

4. Wati Mengaku Khilaf

Dalam video yang sama, Wati mengaku menyadari ucapan dan tindakannya terhadap Putri sudah berlebihan. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada Putri, meski juga mengatakan kemarahannya dipicu emosi yang menurutnya memiliki latar belakang tertentu.

Wati meminta masyarakat menghentikan perdebatan di media sosial karena dirinya dan Putri telah saling memaafkan. Ia juga mengaku menyesal peristiwa tersebut menjadi viral.

"Dengan datangnya dari pihak Al Amin Pak Mat kulo nggeh matur suwun sanget jenengan sampun mriki, untuk meluruskan bertanggung jawab dalam kejadian ini. Kulo nggeh sebangai manusia umume kulo nggeh ngapuntene karo mbak Putri nggeh dalam segi perkataan dan tindakan kulo sadar penuh nek kulo sudah ngawur (Dengan datangnya pihak Al Amin bersama Pak Mat, saya mengucapkan terima kasih karena sudah datang ke sini untuk meluruskan dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Saya juga sebagai manusia pada umumnya memohon maaf kepada Mbak Putri atas perkataan dan tindakan saya. Saya sepenuhnya sadar bahwa saya sudah bertindak ngawur,)," demikian kata Wati dalam video klarifikasinya.

"Kulo ngapuntene sing katah, niku spontan nggeh mbak. Niku dari awal kulo kepancing emosi niku pun enten ceritane nggah. Mboten kulo bahas ten mriki. Ngoten mawon. nggeh niki pun clear masalahe. Netizen wis gak usah ribut-ribut Aku wis nyepurani Mbak Putri, aku wis berdamai karo Mbak Putri. Dari Pak Ahmad sebagai owner Al Amin juga sudah ke sini meminta maaf yowis. Wis gak usah ramai. Aku yo njaluk sepurane wis gawe heboh wong sak dunyo yo pancen ngunu kui wong spontan emosi dan berkali kali diuji kesabarane hahaha (Saya minta maaf yang sebesar-besarnya, Mbak. Tindakan itu terjadi secara spontan. Dari awal saya memang terpancing emosi dan ada ceritanya, tetapi tidak perlu saya bahas di sini. Intinya sekarang masalah ini sudah selesai. Netizen sudah tidak usah ribut-ribut lagi. Saya sudah memaafkan Mbak Putri, saya sudah berdamai dengan Mbak Putri. Pak Ahmad selaku pemilik Al Amin juga sudah datang ke sini meminta maaf, jadi sudah. Tidak usah diramaikan lagi. Saya juga minta maaf karena sudah membuat heboh orang sedunia. Memang begitulah, saya spontan karena emosi dan berkali-kali diuji kesabaran, hahaha)," ujar Wati.

5. Tetap Dipecat Meski Sudah Berdamai

Penelusuran detikJatim di lokasi mengungkap kejadian tersebut berlangsung di Toko Al Amin, Jalan Brawijaya, Kampung Inggris Pare, pada Minggu (27/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak toko maupun pegawai memilih tidak memberikan komentar terkait peristiwa yang viral itu.

Namun, seorang narasumber yang mengetahui kejadian tersebut membenarkan bahwa Putri tetap diberhentikan dari pekerjaannya, meski telah mendatangi rumah Wati untuk meminta maaf bersama pemilik toko.

"Iya Putri dikeluarkan (dipecat dari Toko Al Amin) usai kejadian minggu itu," kata narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada detikJatim, Kamis (30/7/2026).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menggali Momen Berharga dengan Berfoto di Taman Dewi Cemara, Kediri"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads