Seorang kasir perempuan di Pare, Kabupaten Kediri menjadi sasaran caci-maki pembeli hanya gegara salah input barang belanjaan. Tak hanya mencaci-maki, pembeli itu juga sempat merekamnya lalu mengunggah dan memviralkan di media sosialnya.
Dalam video tampak, kasir dimarahin habis-habisan nyaris 1.20 menit oleh pelanggan karena slah input kacang seharga Rp 54 ribu. Sementara sang kasir perempuan hanya terdiam tak berdaya atau diberi kesempatan untuk menjelaskan.
"Aku ndek kene tuku. Iki Loh genah, aku ndek kene ra njukuk kacang loh. Batinku kok entek e akeh jajan 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu iki opo, padune koncomu maling toh iki. Ra enek kacang iki loh bantinku tak gowo mrene aku rung teko omah iki mau. (Aku di sini beli. Ini benar, aku di sini tidak ambil kacang loh. Perasaan kok habis banyak padahal jajan Rp 2 ribuan loh mas. Rp 54 ribu ini apa, mungkin temanmu ini maling. Tidak ada kacang ini loh perasaan tak bawa ke sini ini tadi)," demikian suara pembeli perempuan tersebut sambil merekam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya memaki habis, kasir perempuan itu juga dituduh maling hingga dilempar keranjang belajaan toko. Beruntung, rekan pria kasir bisa menahan keranjang dan melerai aksi tersebut. Sang kasir pun hanya pasrah tanpa bisa melakukan pembelaan atau perlawanan.
"Awakmu ndek kene mbabu loh nduk. Tak baleni pisan engkas, raimu loh pasangen sing apik, dadi ben penak disawang wong. Gak omong wong tuek madepo raimu. Wong tuku rene gowo duit ra ngemis. Lak tak prek cangkemu tenan. (Kamu di sini pembantu loh, nak. Tak ulangi lagi, wajahmu pasang dengan baik, jadi biar enak dipandang orang. Kalau omong sama orang tua hadapkan wajahmu. Orang beli ke sini bawa duit bukan ngemis. Saya pukul nanti mulutmu beneran)," kata pembeli.
"Ojo kok reken raimu kemayu ra enek karo raimu nduk. Balenono pisan engkas kowe, lek gak kocomotomu, raimu tak guwak isok. Iki padune ate nyolong. Wong karuan ora njukuk kacang kok diinput kacang. Ora masalah aku nek kowe njaluk, njaluk o nduk. Ora ngunu caramu. (Jangan kok karena merasa cantik nak gak ada yang berani sama kamu. Ulangi lagi kamu, jangankan kacamatamu, wajah tak pukul bisa. Ini aslinya mau mencuri. Orang gak ambil kacang kok diinput kacang. Tidak masalah aku kalau kamu minta mbak, bukan gitu caranya)," cetus pembeli lagi.
"Ngunu kui dijelasno mas, sepurane mbak. Kowe krungu koncomu njaluk sepuro aku. Ora krungu toh, yo gathel (sambil lempar keranjang). Kowe njaluk sepuro opo ora? (Gitu itu dijelaskan mas, maaf mbak. Kamu dengar temanmu minta maaf ke aku. Gak dengar toh, ya brengsek)," hardik pembeli itu ke kasir lagi.
Pada video selanjutnya yang masih satu rangkaian, kasir dan pembeli itu tampak duduk bersama. Kasir tersebut diketahui bernama Putri sedangkan pembeli adalah Wati. Sedangkan seorang laki-laki di tengah adalah pemilik Toko Al Amin bernama Ahmad.
Putri (kerudung cokelat), pemilik toko dan Wati pembeli (Foto: Dok. Istimewa) |
Dalam video itu, Putri mengakui input barang salah dan meminta maaf langsung ke rumah Wati ditemani pemilik Toko Al Amin, Pare, Kabupaten Kediri. Dalam klarifikasinya, Putri juga menyebut dirinya telah resign dari kerja setelah peristiwa tersebut.
"Terkait dengan kejadian yang kemarin. Saya ingin mengklarifikasikan Bahwa dalam hal tersebut merupakan kelalaian saya dalam hal bekerja. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bu Wati atas ketidaknyamanannya yang ditimbulkan di Toko Al Amin," ujar Putri.
"Saya bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Per tanggal 27 Juli 2026 saya sudah tidak menjadi bagian dari Toko Al Amin. Pihak Toko Al Amin tetap berkomitmen penuh memberikan pelayanan yang terbaik dan memastikan kejadian ini tidak terulang kembali," imbuhnya.
Senada, Wati juga meminta dan menerima maaf. Meski demikian, dengan enteng Wati menyebut aksinya hanya spontan. Tak ada rasa penyesalan sedikit pun dari raut muka Wati. Ia malah meminta netizen agar tak membesarkan masalah yang sudah terjadi dan tertawa lebar.
"Dengan datangnya dari pihak Al Amin Pak Mat kulo nggeh matur suwun sanget jenengan sampun mriki, untuk meluruskan bertanggung jawab dalam kejadian ini. Kulo nggeh sebangai manusia umume kulo nggeh ngapuntene karo mbak Putri nggeh dalam segi perkataan dan tindakan kulo sadar penuh nek kulo sudah ngawur. (Dengan datangnya dari pihak Al Amin Pak Mat ya terima kasih sangat kalian sudah kemari untuk meluruskan, bertanggung jawab dalam kejadian ini. Saya ya sebagai manusia umumnya saya ya mohon maaf sama Mbak Putri ya dalam segi perkataan dan tindakan saya sadar penuh ngawur)," demikian kata Wati dalam video klarifikasinya yang dilihat detikJatim.
"Kulo ngapuntene sing katah, niku spontan nggeh mbak. Niku dari awal kulo kepancing emosi niku pun enten ceritane nggah. Mboten kulo bahas ten mriki. Ngoten mawon. nggeh niki pun clear masalahe. Netizen wis gak usah ribut-ribut Aku wis nyepurani Mbak Putri, aku wis berdamai karo Mbak Putri. Dari Pak Ahmad sebagai owner Al Amin juga sudah ke sini meminta maaf yowis. Wis gak usah ramai. Aku yo njaluk sepurane wis gawe heboh wong sak dunyo yo pancen ngunu kui wong spontan emosi dan berkali kali diuji kesabarane hahaha... (Saya minta maaf yang banyak, itu spontan ya mbak. Itu dari awal saya kepancing emosi itu pun ada ceritanya ya. Tidak usah saya bahas di sini. Gitu aja. Ya sekarang sudah selesai masalahnya. Netizen sudah gak usah ribut-ribut. Aku sudah memaafkan Mbak Putri, aku sudah berdamai sama Mbak Putri. Dari Pak Ahmad sebagai owner Al Amin juga sudah ke sini meminta maaf ya sudah. Wis gak usah ramai. Aku minta maaf sudah bikin heboh orang sedunia ya memang gitu orang spontan emosi dan berkali-kali diuji kesabarannya)," ujar Wati.
detikJatim melakukan penelusuran lokasi video tersebut. Toko Al Amin tersebut diketahui memang berada di Jalan Brawijaya, Kampung Inggris Pare. Sayangnya baik pemilik Toko Al Amin dan pegawai enggan berkomentar.
Namun dari narasumber yang ditemui detikJatim, kejadian viral kasir dimaki habis-habisan itu terjadi pada Minggu (27/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Kasir yang dimaki habis diketahui memang bernama Putri warga Tulungrejo. Sedangkan pembeli yang memakinya bernama Wati beralamat di Centong atau Kedawung.
Anehnya, meski Putri sudah klarifikasi dan meminta maaf ke rumah Wati, pihak Toko Al Amin malah memecatnya. "Iya Putri dikeluarkan (dipecat dari Toko Al Amin) usai kejadian minggu itu," kata narasumber yang enggan disebutkan namanya itu kepada detikJatim, Kamis (30/7/2026).

