Kampung Gajah Mada di Mojokerto menyimpan sejarah yang berkaitan dengan sosok legendaris Mpu Supo. Wilayah yang kini dikenal sebagai Dusun Jatisumber ini dipercaya menjadi tempat penting dari perjalanan hidup sang pembuat keris di era akhir Majapahit.
Kisah Mpu Supo juga penuh legenda seputar penciptaan keris sakti yang ada kaitannya dengan kisah penyelamatan kerajaan dari wabah misterius. Yuk, simak kisah selengkapnya detikers.
Jejak Mpu Supo di Kampung Gajah Mada
Kampung Gajah Mada adalah julukan populer Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak. Konon, jejak langsung Mpu Supo berada di Dusun Watesumpak, termasuk petilasannya yang sampai sekarang masih dirawat di area pemakaman setempat.
Petilasan Mpu Supo di Dusun Watesumpak diyakini sebagai lokasi ia menempa pusaka. Hal ini juga merujuk pada catatan Belanda tahun 1901.
Sementara itu, proses menjamas (membersihkan) pusaka dilakukan menggunakan air dari pohon jati raksasa di Punden Mbah Sumbersari, Dusun Jatisumber. Pohon tersebut unik karena memiliki rongga yang menyimpan air alami yang dipercaya sebagai pertemuan energi langit dan bumi.
Menurut budayawan Mojokerto Eko Prasetyo, Mpu Supo hidup pada masa pemerintahan Raja Brawijaya sekitar abad ke-15 lalu. Ia hidup setelah era Mahapatih Gajah Mada yang lebih dulu berjaya pada masa Tribuwana Tunggadewi hingga Hayam Wuruk.
Atas jasanya, Mpu Supo mendapat hadiah tanah kamardikan di Sedayu, Gresik, serta gelar Pangeran Sedayu. Keahliannya dalam menempa logam diyakini diwariskan secara turun-temurun. Dusun Jatisumber bahkan sempat dikenal sebagai sentra pande besi pada era 1970-1990-an.
Kisah Mpu Supo dan Keris Sengkelat yang Melegenda
Salah satu cerita paling terkenal adalah wabah misterius di Majapahit. Konon, wabah ini disebabkan oleh keris Condongsari, buatan mpu lain. Penduduk Majapahit yang paginya sehat, tiba-tiba sorenya mati sebab ulah keris ini.
Mendengar musibah ini, Raja Brawijaya kemudian menugaskan Mpu Supo mengatasinya. Ia memimpin sekitar 100 mpu untuk menciptakan keris sakti bernama Kiai Sengkelat. Dalam legenda, terjadi pertarungan antara dua pusaka yang akhirnya dimenangkan Kiai Sengkelat hingga wabah pun berhasil berakhir.
Misi ke Blambangan
Selain Kiai Sengkelat, Mpu Supo juga dikenal menciptakan pusaka Payung Tunggulnogo yang membawa ketenteraman bagi Majapahit. Namun, pusaka ini sempat dicuri dan dibawa ke Blambangan yang kini dikenal sebagai Banyuwangi.
Untuk mengambilnya kembali, Mpu Supo menyamar sebagai Ki Pitrang Mandrangi. Berkat kecerdikannya, ia berhasil membawa pulang pusaka tersebut. Bahkan, ia menikah dengan Dewi Upas, adik Adipati Blambangan, dan memiliki keturunan bernama Joko Tole.
Karya-karya Legendaris Mpu Supo
Nama Mpu Supo kerap dikaitkan dengan berbagai keris dan senjata pusaka yang hingga kini masih hidup dalam cerita rakyat maupun tradisi keraton. Berikut beberapa pusaka yang dipercaya sebagai karyanya.
- Keris Kiai Sengkelat (simbol kekuatan rakyat)
- Kiai Nagasasra
- Kiai Sabuk Inten
- Kiai Tapak
- Kiai Carubuk
Keris Sengkelat menjadi karya paling ikonik Mpu Supo karena dianggap mampu mengalahkan keris Condong Campur milik Raja Brawijaya V dalam legenda yang berkembang di masyarakat.
Simak Video "Video: Fadli Zon Ingin Tempe-Dangdut Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO"
(irb/hil)