Pahala Malam Lailatul Qadar, Benarkah Lebih Baik dari Seribu Bulan?

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 01:00 WIB
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Freepik
Surabaya -

Bagi umat Islam yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, ada satu malam yang selalu dinanti dengan penuh harap, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam ini sering disebut sebagai malam seribu bulan karena keutamaannya yang luar biasa besar.

Keistimewaan Lailatul Qadar bukan sekadar simbol angka, tetapi merupakan kesempatan istimewa yang diyakini dapat membawa keberkahan dan perubahan besar dalam kehidupan seorang muslim.

Pertanyaannya, benarkah pahala Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan? Untuk memahami maknanya secara lebih jelas, berikut penjelasan mengenai keistimewaan malam penuh kemuliaan tersebut.

Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keutamaan Lailatul Qadar dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam surat Al-Qadr. Allah SWT berfirman bahwa malam Lailatul Qadar "lebih baik dari seribu bulan".

Jika dihitung secara sederhana, seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun 4 bulan. Artinya, nilai ibadah yang dilakukan pada satu malam Lailatul Qadar dapat melampaui pahala ibadah yang dilakukan selama puluhan tahun.

Syekh Abdul Halim Mahmud memberikan perspektif menarik mengenai makna tersebut. Menurutnya, angka seribu bulan menggambarkan rata-rata usia manusia.

Dengan demikian, ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar nilainya bahkan lebih baik daripada ibadah sepanjang umur manusia.

Bayangkan, satu malam yang dipenuhi doa, zikir, dan ibadah dapat bernilai lebih tinggi dibandingkan amal yang dilakukan sepanjang kehidupan di dunia.

Malam Turunnya Al-Qur'an

Salah satu alasan utama mengapa Lailatul Qadar begitu dimuliakan adalah karena Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada malam tersebut.

Berdasarkan keterangan Ibnu Abbas, Al-Qur'an awalnya diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia. Setelah itu, wahyu Al-Qur'an disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun.

Peristiwa turunnya Al-Qur'an ini menjadi titik penting dalam sejarah umat manusia. Sejak saat itu, Al-Qur'an menjadi pedoman hidup dan sumber petunjuk bagi umat Islam di seluruh dunia.

Malaikat Turun Membawa Kedamaian

Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah turunnya para malaikat ke bumi dengan izin Allah SWT. Hal ini juga dijelaskan dalam surat Al-Qadr.

Pada malam tersebut, para malaikat, termasuk Malaikat Jibril (Ar-Ruh), turun ke bumi untuk membawa rahmat, keberkahan, dan ketenangan bagi manusia yang beribadah.

Suasana malam Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbit fajar. Karena itu, banyak umat Islam merasakan ketenangan spiritual yang mendalam ketika memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Tips Menjemput Lailatul Qadar

Waktu pasti datangnya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara pasti. Karena itu, umat Islam dianjurkan mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh cara mempersiapkan diri menyambut malam penuh kemuliaan ini.

1. Meningkatkan Intensitas Ibadah

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi Muhammad SAW dikenal semakin giat beribadah. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ia mengencangkan ikat pinggang, yang dimaknai sebagai simbol kesungguhan dalam meningkatkan ibadah.

Rasulullah SAW juga menghidupkan malam dengan mengerjakan sholat malam, serta membangunkan keluarganya agar tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan Lailatul Qadar.

2. Melakukan Iktikaf

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Iktikaf membuat muslim meminimalkan gangguan duniawi dan lebih fokus pada ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan memperbanyak sholat sunah.

3. Memperbanyak Doa

Bagi yang ingin memanjatkan doa pada malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa khusus kepada Aisyah RA.

Arab Latin: Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.

Doa ini dianjurkan untuk dibaca karena mengandung permohonan ampunan yang menjadi inti dari ibadah pada malam penuh keberkahan tersebut.

4. Niat Tulus

Kunci utama dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar adalah keikhlasan dalam beribadah. Dalam hadis disebutkan orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Banyak orang bertanya mengapa Allah tidak menetapkan tanggal pasti Lailatul Qadar. Ternyata, di balik hal tersebut terdapat hikmah yang besar. Ketidakpastian waktu Lailatul Qadar mendorong umat Islam untuk konsisten beribadah di setiap malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Jika tanggalnya sudah pasti, mungkin banyak orang hanya akan beribadah pada satu malam saja. Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan, serta tidak mengabaikan malam lainnya.

Lailatul Qadar adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Melalui satu malam yang penuh keberkahan, manusia diberi kesempatan untuk mengejar pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama puluhan tahun.

Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.



Simak Video "Video: Berlomba-lomba Meraih Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan"

(ihc/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork