- Malam 25 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa?
- Dalil tentang Waktu Malam Lailatul Qadar
- Mengapa Malam Lailatul Qadar Sangat Dinanti?
- Cara Rasulullah Menghidupkan Malam Lailatul Qadar 1. Sholat Isya dan Subuh Berjemaah 2. Mengamalkan Sholat Malam 3. Iktikaf 4. Membaca Doa Lailatul Qadar 5. Membaca Sayyidul Istigfar 6. Membaca Al-Qur'an
Malam-malam terakhir Ramadhan selalu menjadi waktu yang paling dinanti umat Islam, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Secara pasti, waktu datangnya Lailatul Qadar memang tidak diketahui manusia. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil, termasuk malam ke-25.
Namun, bagaimana cara mendapatkan Lailatul Qadar? Berikut amalan yang dapat dilakukan sesuai anjuran Rasulullah SAW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam 25 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa?
Malam-malam ganjil ini jatuh pada malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Kemenag dan Muhammadiyah, malam 25 Ramadhan 1447 Hijriah pada tahun 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal berikut.
- Muhammadiyah: Jumat malam 13 Maret 2026
- Kemenag: Sabtu malam 14 Maret 2026
Perbedaan ini terjadi karena metode penetapan awal Ramadhan yang digunakan masing-masing pihak. Meski demikian, kedua tanggal tersebut tetap berada dalam sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalil tentang Waktu Malam Lailatul Qadar
Hanya Allah SWT yang tahu kapan pastinya malam Lailatul Qadar datang. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari No 2014/2025, Muslim No 1167/1169)
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW tidak hanya menyuruh mencari, tapi juga mempraktikkannya dengan mengencangkan kain bawahnya (berhenti hubungan suami-istri), menghidupkan malamnya (beribadah sepanjang malam), dan membangunkan keluarganya untuk ikut berdoa serta sholat.
Seperti dalam riwayat lanjutan yang muttafaqun 'alaih (Bukhari-Muslim):
إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ ضَرَبَ صَدْرَهُ بِنَعْلَيْهِ، أَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: Apabila memasuki sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.
Hadis lain dari Ibnu Umar RA juga dijelaskan bahwa malam tersebut lebih mungkin terjadi pada malam-malam ganjil: "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam witir (ganjil) dari sepuluh malam terakhir Ramadhan,". (HR Bukhari)
Mengapa Malam Lailatul Qadar Sangat Dinanti?
Malam Lailatul Qadar selalu dinanti saat Ramadhan karena keutamaannya yang luar biasa. Dijelaskan dalam surat Al-Qadr ayat 1-5, Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Quran diturunkan, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Bahkan, malaikat serta Jibril turun untuk mengatur semua urusan dan mendoakan mereka yang mengingat Allah SWT. Inilah yang menjadikannya malam yang penuh berkah sehingga selalu dirindukan, yang membuat umat Islam berlomba-lomba menghidupkannya.
Dalam riwayat lain yang disebutkan Imam Malik dalam kitab Al-Muwatta', Rasulullah SAW pernah melihat umat-umat terdahulu memiliki usia panjang. Oleh karena itu, Allah SWT memberikan Lailatul Qadar sebagai keistimewaan bagi umat Nabi Muhammad SAW agar dapat memperoleh pahala besar dalam waktu singkat.
Cara Rasulullah Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Dirangkum dari detikHikmah, untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan.
1. Sholat Isya dan Subuh Berjemaah
Ulama besar Imam Syafi'i dalam Latha-if Al-Ma'arif pernah berkata bahwa orang yang menghadiri sholat Isya dan Subuh berjemaah sudah termasuk dalam bagian orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar.
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
Artinya: Siapa yang menghadiri salat Isya dan sholat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.
Pernyataan Imam Syafi'i di atas disandarkan dari sabda Rasulullah SAW yang diceritakan Utsman bin Affan RA. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Artinya: Siapa yang menghadiri sholat Isya berjemaah, maka baginya pahala sholat separuh malam. Siapa yang melaksanakan sholat Isya dan Subuh berjemaah, maka baginya pahala sholat semalam penuh. (HR Muslim dan Tirmidzi)
2. Mengamalkan Sholat Malam
Sholat malam merupakan salah satu amalan utama untuk meraih Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (HR Bukhari dan Muslim)
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW juga dikenal lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menghidupkan malamnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayar Bukhari:
"Rasulullah SAW biasa ketika memasuki sepuluh Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah,". (HR Bukhari dan Muslim)
3. Iktikaf
Ini adalah ibadah termudah yang bisa diamalkan untuk mengejar keberkahan Lailatul Qadar, secara ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di dalam masjid. Hal ini didasarkan pada hadis yang diceritakan Aisyah RA, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan iktikaf selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
4. Membaca Doa Lailatul Qadar
Doa Lailatul Qadar mengusung permohonan agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca saat malam Lailatul Qadar yang bunyinya sebagai berikut.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Bacaan Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku.
5. Membaca Sayyidul Istigfar
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah sayyidul istigfar. Doa ini berisi pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan. Berikut bacaan doa sayyidul istigfar sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Arab Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. (HR Bukhari)
6. Membaca Al-Qur'an
Amalan ini disebut pula sebagai salah satu kebiasaan Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan.
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya. (HR Bukhari)
(hil/irb)











































