Mengapa Lailatul Qadar Begitu Dasyat? Ini Penjelasan dan Dalilnya

Mengapa Lailatul Qadar Begitu Dasyat? Ini Penjelasan dan Dalilnya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 01:00 WIB
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar.
Ilustrasi Malam Lailatul Qadar. Foto: 20Detik
Surabaya -

Setiap Ramadan, umat Islam berlomba-lomba mencari satu malam istimewa yang disebut lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar. Malam ini diyakini penuh keberkahan, ampunan, dan kemuliaan yang tidak ditemukan di malam-malam lainnya.

Lalu, mengapa Malam Lailatul Qadar begitu dahsyat? Mengutip penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam serial kultumnya yang berjudul 'Rahasia Lailatul Qadr serta beberapa sumber lain', dijelaskan bahwa ada banyak keistimewaan malam Lailatul Qadar.

1. Pahala Ibadahnya Setara dengan Seribu Bulan

Keistimewaan terbesar Lailatul Qadar dijelaskan langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Arab Latin: Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

Pahala ibadah di malam Lailatul Qadar dilipatgandakan seperti beribadah selama seribu bulan. Seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun. Ini berarti pahala ibadah satu malam di Lailatul Qadar melebihi pahala ibadah selama ribuan bulan biasa.

Menurut tafsir ulama seperti Ibnu Katsir, makna ini merujuk pada penggandaan pahala secara luar biasa. Jika pada hari biasa satu kebaikan bisa dilipatgandakan hingga 700 kali, maka pada malam ini nilainya jauh lebih besar lagi.

Ustaz Adi Hidayat dalam kultumnya mencontohkan jika seorang muslim sholat, maka sholatnya senilai 83 tahun. Jika membaca Al Quran, meski satu huruf misalnya Nun, lalu dia tertidur karena mengantuk, orang itu berarti membaca nun 83 tahun tanpa henti.

2. Dosa Lampau Diampuni

Dalam kultumnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, saat orang tobat pada malam Lailatul Qadar digugurkan oleh Allah dosa-dosanya, sehingga dosanya menjadi nol. Kemudian dia membaca laa ilaaha illallaah. Dalil utamanya berasal dari hadis shahih Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barang siapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau (HR Imam Bukhari).

Artinya, siapa pun yang menghidupkan malam itu dengan iman dan keikhlasan, Allah SWT akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu. Karena itu, salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah sebagai berikut.

اللَّهُمْ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Arab Latin: Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni.

Artinya: Ya Allah engkau Maha Pengampun dan suka memberi ampun, maka ampunilah aku.

Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA ketika beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bacaan terbaik saat Lailatul Qadar.

3. Malaikat Turun ke Bumi dan Mendoakan Mereka yang Mengingat Allah SWT

Pada malam Lailatul Qadar, Malaikat Jibril turun ke Bumi, sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 4-5 berikut.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Para malaikat tidak turun atas kehendak diri mereka sendiri, akan tetapi, tetap mengikuti perintah dan izin dari Allah SWT.

Menukil dari buku Rahasia Puasa Ramadhan oleh Yasin T Al Jibouri dan Mirza Javad Agha Maliki Tabrizi, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Allah memerintahkan Jibril untuk turun ke Bumi disertai dengan sekelompok malaikat yang membawa panji-panji hijau. Jibril menancapkan panji-panji itu di puncak Kakbah.

Bahkan, sayap Jibril yang berjumlah 600 itu tidak bisa mengembang salah satunya kecuali pada malam lailatul qadar. Sebagai malam yang mulia, saat lailatul qadar berlangsung Jibril dan malaikat lain mengucapkan salam kepada setiap orang pada malam tersebut.

Para malaikat menjabat tangan mereka yang berdoa dan memohon kepada Allah SWT di malam lailatul qadar. Allah SWT yang Maha Agung menerima doa-doa mereka hingga terbit fajar tiba. Hal ini juga sesuai dengan riwayat dari Ibnu Abbas RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Dan, bila tiba malam Lailatul Qadar, Allah akan memerintahkan Jibril turun ke Bumi bersama serombongan malaikat yang membawa bendera hijau dan menancapkan bendera itu di puncak Ka'bah. Malaikat Jibril memiliki seratus sayap, dua sayap di antaranya tidak pernah dibentangkan kecuali pada malam itu.

Lalu, ia membentangkan kedua sayapnya itu pada malam tersebut, sehingga meliputi timur dan barat. Kemudian Jibril mengerahkan para malaikat agar memberi salam kepada setiap orang yang sedang berdiri, duduk, shalat, dan berdzikir. Para malaikat akan berjabat tangan dengan mereka dan mengamini doa-doa mereka hingga terbit fajar. Apabila fajar terbit, Jibril menyeru para malaikat, 'Wahai para malaikat, berpencarlah!'

"Para malaikat bertanya, 'Wahai Jibril, apa yang akan Allah perbuat, apakah sehubungan dengan hajat-hajat kaum Mukmin dari umat Muhammad?'

"Jibril berkata, 'Allah memandang mereka pada malam ini dan mengampuni mereka kecuali empat golongan manusia.'

"Maka kami (para sahabat) bertanya, 'Ya Rasulullah, siapakah mereka itu?'

"Beliau bersabda, 'Mereka adalah orang yang meminum arak, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, orang yang memutuskan tali silaturahmi, dan yang memusuhi.'

"Kami bertanya, 'Ya Rasulullah, siapakah yang memusuhi itu?'

"Beliau bersabda, 'Yaitu orang yang membenci dan memutuskan persaudaraanya." (HR Ibnu Hibban dan Baihaqi).

4. Malam Penuh Keselamatan

Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh keselamatan dan keberkahan dari malaikat sampai fajar tiba, sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 5,

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ

Arab Latin: Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr.

Artinya: Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Mengutip dari detikHikmah, Mujahid dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim juga menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam penuh keselamatan, di mana para setan tidak mampu berbuat apa pun di malam tersebut, baik itu kejelekan maupun mengganggu yang lain.

5. Malam Istimewa untuk Umat Rasulullah SAW

Malam Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang dikaruniakan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW. Jumhur ulama bahkan menyepakati hal ini dan menjelaskan bahwa umat-umat nabi terdahulu tidak mendapatkannya. Hal ini sesuai hadis yang diriwayatkan Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa, yang menjelaskan:

"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan," (HR Malik).

Waktu Turunnya Malam Lailatul Qadar

Waktu pastinya dirahasiakan. Namun, jika merujuk pada hadis shahih yang dikutip dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, Lailatul Qadar dicari di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda agar umatnya bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar di malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadhan.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Arab Latin: Taharrāw lailatal-qadri wa 'an 'Āisyata fil-witri minal-'asyri al-awākhiri min Ramaḍān.

Artinya: Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. (HR Bukhari, shahih)

Jika dilihat dari perhitungan awal Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, kemungkinan malam-malam ganjil tersebut jatuh pada tanggal-tanggal berikut.

  • Malam 21 Ramadan: Selasa 10 Maret 2026 malam
  • Malam 23 Ramadan: Kamis 12 Maret 2026 malam
  • Malam 25 Ramadan: Sabtu 14 Maret 2026 malam
  • Malam 27 Ramadan: Senin 16 Maret 2026 malam
  • Malam 29 Ramadan: Rabu 18 Maret 2026 malam

Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam diajak untuk bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Jangan sampai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ini justru terlewat tanpa kita manfaatkan sebaik mungkin.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads