Sound Horeg Lahir di Malang Kini Diharamkan MUI Jatim

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 15 Jul 2025 14:30 WIB
Sound horeg di Malang (Foto: Dok. Istimewa)
Malang -

Dentuman sound horeg kini menjadi fenomena di tengah masyarakat. Siapa sangka, suara musik bertenaga besar itu lahir dari Malang.

Sound horeg berasal dari dentuman subwoofer (pengeras suara)bukan sekadar hiburan. Ia menjadi denyut hidup komunitas, pengikat keramaian, sekaligus pendorong geliat ekonomi masyarakat di Jawa Timur, khususnya Malang.

Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu sekaligus owner Blizzard Audio, David Stefan membenarkan jika Malang sebagai pusat sound horeg terbesar di Jawa Timur

Tren sound horeg kemudian bergerak lintas daerah seperti di Blitar, Jember dan Banyuwangi hingga daerah lainnya.

"Dari dulu pusatnya ya di Malang. Sekarang tren-nya makin berkembang, bukan cuma suara, tapi juga visual lampu, videotron, panggung artistik," ujar David kepada wartawan, Selasa (15/7/2025).

Daviq menyampaikan, bahwa bisnis sewa sound horeg atau sound system berukuran besar dan bertenaga tinggi, kini tumbuh menjadi industri yang menjanjikan.

David sendiri memiliki perusahaan rental sound system yang bermarkas di Turen, Kabupaten Malang, sejak tahun 1976. Kala itu, usahanya dirintis oleh ayahnya.

Almarhum ayahnya, merintis Blizzard Audio di masa ketika pesta desa masih sederhana, pengusaha sound system besar pun bisa dihitung jari.

Warisan ini pun bisa terjaga di tangan David. Bagi dia, suara audio bukan hanya perkara telinga. Tetapi juga perjalanan panjang keluarga yang dirawat lintas generasi.

Menurut David, fenomena sound horeg memang melejit dalam satu dekade terakhir. Sejak 2014, gelombang sound horeg mulai menggeliat di Malang Selatan, hingga kemudian meluas ke berbagai daerah lain.

"Awal sound horeg itu memang dari Malang, khususnya Malang Selatan. Dulu kan bisa dihitung pemilik sound besar-besar itu enggak sampai 10 rental. Termasuk saya," tuturnya.

David mengungkapkan, perkembangan sound horeg kini mulai mencapai batas, karena keterbatasan infrastruktur seperti akses jalan desa yang sempit.

Karena itu, pelaku usaha kini fokus mempercantik tampilan tanpa menambah beban logistik.

David mencatat, saat ini terdapat sekitar 1.200 usaha rental sound system di Malang dan sekitarnya. Dengan lebih dari 500 di antaranya berskala besar, ribuan pekerja bergantung pada bisnis ini.

"Pengusaha makin banyak, artinya ekonomi bergerak. Dulu hanya beberapa, sekarang ribuan," ungkapnya.



Simak Video "Video: Unik! Ada Sound Horeg Versi Gowes di Ibu Kota Spanyol"


(dpe/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork