Bupati Bangkalan Tersangka KPK Satu Acara Bareng Firli Bahuri di Grahadi

Bupati Bangkalan Tersangka KPK Satu Acara Bareng Firli Bahuri di Grahadi

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 01 Des 2022 17:51 WIB
Bupati Bangkalan di Grahadi
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Imron di Grahadi. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

KPK sudah menetapkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron sebagai tersangka sejak akhir Oktober 2022 lalu. Namun, Ra Latif-sapaan akrab bupati Bangkalan- terlihat muncul di Gedung Negara Grahadi Surabaya saat acara Pembukaan Hakordia (Hari Antikorupsi Sedunia) 2022 yang diselenggarakan KPK. Lebih gereget lagi, acara itu juga dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri

Tampak Ra Latif mengenakan pakaian batik dengan kopiah hitam. Dia hadir dan duduk di bangku deretan ke-3 di belakang Ketua KPK Firli Bahuri dan Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Setelah acara, Ra Latif langsung pergi meninggalkan lokasi dan enggan dimintai keterangan oleh awak media.

Sementara, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan, pada saatnya KPK nanti akan menyampaikan ke publik terkait temuan kasus korupsi di Bangkalan, utamanya soal Ra Latif yang sudah jadi tersangka.

"Terkait dengan beberapa perkara yang ditangani oleh KPK, pada saatnya nanti KPK akan menyampaikan siapa saja tersangka karena tersangka ini adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti yang cukup yang patut diduga pelaku tindak pidana," kata Firli bertele-tele, Rabu (1/12/2022).

"Mungkin rekan-rekan mengikuti perkara yang ada sedang dilakukan penanganan KPK di Jawa Timur. Pada saatnya nanti kita umumkan setelah tersangka tersebut kita lakukan pemanggilan, pemeriksaan, penangkapan, serta penahanan di KPK," sambungnya.

Soal bupati Bangkalan sudah tersangka tapi belum ditangkap, Firli meminta semua pihak menunggu.

"Nanti kita umumkan, ya," tambahnya.

Dalam acara Hakordia ini, Ketua KPK Firli Bahuri membuka langsung rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia. Peringatan Hakordia ini digelar dengan mengusung tema Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi. Dengan tema tersebut, menjadi momentum bersama-sama untuk memberantas korupsi.

"Bukan sekadar slogan tapi penggerak semangat kita semua mencapai tujuan bersama sesuai aline keempat dalam UUD 1945," ujar Firli.

Karena itu, ia mengatakan, KPK sangat fokus dalam melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pendidikan anti korupsi.

Purnawirawan Polri itu menyebut, ada empat upaya KPK dalam melakukan pencegahan korupsi. Pertama, penanaman nilai-nilai integritas kepada penyelenggara negara, lembaga, hingga pimpinan. Kedua, membentuk desa anti korupsi yang sementara ini sudah terbentuk di 10 desa. Ketiga, program politik cerdas dan berintegritas. Serta, program jelajah negeri bangun anti korupsi.

Firli sebut ada penurunan angka korupsi di Indonesia. Baca halaman selanjutnya.



Simak Video "Bupati Bangkalan Ditangkap KPK Lalu Diterbangkan ke Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]