Misteri Tugu Soeharto, Jadi Tempat Kungkum Ngalap Berkah di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 20 Jan 2022 12:24 WIB
Tugu Soeherto di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang.
Tugu Soeherto di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Warga Kota Semarang pasti tidak asing dengan Tugu Soeharto. Meski sejarahnya masih jadi misteri, tugu yang mengambil nama Presiden Indonesia kedua itu masih ramai menjadi ajang ritual ngalap (mencari) berkah.

Tugu Soeharto berada di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Tepatnya di aliran sungai yang merupakan tempuran atau pertemuan dua sungai yaitu Kali Garang dan Kali Kreo.

Monumen Tugu Suharto itu setinggi sekitar 8 meter dengan bentuk sederhana, hanya berupa tugu menjulang ke atas layaknya tiang bendera. Bagian bawahnya berupa beton penyangga,

Kabar yang beredar tugu tersebut merupakan bentuk untuk mengenang jasa Soeharto yang kemudian pernah menyelamatkan diri di lokasi itu saat sedang berperang dengan Belanda.

"Kabar yang beredar demikian, tapi tidak ada catatan sejarahnya," kata salah seorang warga yang tinggal di sekitar Tugu Soeharto, Mulyono, Kamis (30/12/2021).

Mulyono mengatakan dari sejarah Tugu Soeharto yang ia pelajari, bangunan itu didirikan memang untuk menghormati Soeharto. Saat menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro, Soeharto memiliki guru spiritual bernama Romo Diyat yang padepokannya tidak jauh dari Tugu Soeharto.

"Hubungannya dengan Pak Harto, Pak Harto kan murid Romo Diyat. SPBU itu (dekat Tugu Soeharto) dulu lokasi tempat Romo Diyat. Saya tidak ngerti pasti kenapa dinamakan Tugu Soeharto, tapi salah satunya untuk menghormati," jelas Mulyono.

"Yang membangun (tugu) ini ya Romo Diyat dan lainnya," imbuhnya.

Mulyono menyebut, lokasi itu memang sejak dulu sering digunakan untuk ritual karena dipercaya banyak energi magis sehingga bagi yang percaya maka digunakan untuk ngalap berkah. Caranya dengan berendam, mencuci pusaka, hingga mengambil air di sana.

"Tugu Soeharto itu tempuran, pertemuan sungai Kali Garang dan Kreo. Orang Jawa percaya setiap tempuran ada kekuatan magis. Kan di siní terkenal dengan kungkum (berendam di bulan) Suro, ini masih ada, Tapi sekarang lebih banyak yang melihat orang kungkum daripada yang kungkum," jelasnya.

Sebelum seramai sekarang, lanjut Mulyono, lokasi Tugu Soeharto asri, terkesan angker, sangat sakral dan jauh dari keramaian. Kini di atas Tugu Soeharto ada jembatan dan di sekitarnya sudah perkampungan.

"Suasana sakral dan mistik sudah hilang dengan zaman. Tapi masih banyak juga yang mengaku berhasil setelah ritual," katanya.

Tulisan di bagian bawah Tugu Soeharto Semarang.Tulisan di bagian bawah Tugu Soeharto, Semarang. (Foto: dok Yunantyo Adi/pemerhati sejarah Semrang)

Di bagian bawah Tugu Soeharto tertera tanggal "Jumat Legi 30-9-1965/1-10-1965" dan tulisan √°ksara Jawa Sa Sa Sa. Mulyono menduga itu adalah tanggal pembuatannya. Namun untuk tulisan Sa Sa Sa, Mulyono yakin maknanya merupakan ungkapan Jawa sopo salah seleh.

"Ada tulisan Sa Sa Sa, sopo salah seleh artinya orang yang salah pada akhirnya akan kalah," jelasnya.

Mulyono juga menjelaskan cerita sejarah soal Tugu Soeharto selama ini hanya getok tular atau turun menurun. Namun soal tradisi mistis di sana masih ada yang melakoni meski tidak sebanyak dulu apalagi di masa pandemi.

"Tidak ada catatan, hanya getok tular saja, ceritanya ya turun temurun," tandas Mulyono.

Sementara itu pemerhati Sejarah, Yunantyo Adi, mengatakan dari informasi yang ia peroleh tugu itu didirikan tahun 1970-1973. Namun yang aneh dan menjadi misteri adalah tanggal yang tertera di bawah tugu yang berbeda.

"Dibangun tahun 1970, tapi anehnya, penanggalan pada kaki Tugu Soeharto tersebut ditulisi sama persis dengan tanggal kejadian G30S yang meletus pada 30 September 1965 malam sampai 1 Oktober 1965. Itulah yang masih teka-teki dan misteri," kata Yunantyo, Minggu (2/1/2022).

Selama ini Tugu Soeharto terkenal dengan ritual kungkumnya yang dilakukan saat tahun baru Islam atau 1 Muharam. Menjelang pukul 00.00 WIB saat pergantian tahun para pelaku ritual sudah siap menceburkan diri. Ada yang berharap rezeki, kesuksesan, hingga jodoh.

Sebelum pandemi, pelaku ritual dan penontonnya cukup banyak. Bahkan berdatangan juga para pedagang. Bahkan pernah juga digelar kirab budaya yang cukup meriah tahun 2018 lalu.



Simak Video "Perampokan Ruko di Semarang Tewaskan Sekuriti, Barang-barang Raib"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)