Mantan Bos PSIS Buka Suara soal Sanksi FIFA, Singgung Utang PT LIB

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 01 Jun 2026 11:21 WIB
Mantan CEO PSIS Yoyok Sukawi. Foto: dok. PSIS
Semarang -

PSIS Semarang terancam gagal mendaftarkan pemain baru menatap kompetisi Championship musim 2026/2027. Hal ini setelah tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu kembali mendapat sanksi dari induk sepakbola dunia (FIFA) berupa larangan mendaftarkan pemain pada bursa transfer mendatang.

Dilihat detikJateng pada laman FIFA Registrations Bans per Senin (1/6/2026) pukul 10.51 WIB, terdapat dua sanksi yang ditujukan kepada PSIS.

Sanksi FIFA yang diterima PSIS juga mendapat tanggapan dari manajemen lama tim berlambang Tugumuda tersebut. Mantan CEO PSIS, Yoyok Sukawi menjelaskan persoalan sanksi FIFA tersebut lewat unggahan video dalam akun instagram resminya @yoyok_sukawi.

"Menanggapi DM dan komentar dulur-dulur terkait FIFA Bans terbaru PSIS Semarang. Pada kesempatan ini, saya akan jelaskan. Bahwa benar, PSIS mendapatkan sanksi FIFA Bans terbaru untuk dua kasus. Perlu saya tegaskan bahwa kasus tersebut terkait pemutusan kontrak dua pemain asing pada tahun 2025 yang lalu. FIFA baru saja memutuskan keputusan akhir untuk selanjutnya PSIS akan patuhi dan laksanakan," ujar Yoyok dilihat detikJateng dari akun instagramnya pada Senin (1/6/2026).

Mengenai hal tersebut, Yoyok mengatakan ikut bertanggung jawab dan tidak akan lepas tangan.

"Karena ini adalah pemain yang diputus kontrak oleh manajemen lama tahun 2025, maka sesuai kesepakatan antara manajemen lama dan manajemen baru, penyelesaian kasus ini menjadi kewajiban manajemen lama," sambungnya.

Yoyok melanjutkan untuk penyelesaian pembayaran akan menggunakan anggaran PSIS 2024-2025. Saat ini pihaknya masih menunggu piutang yang belum dibayarkan PT Liga Indonesia Baru.

"Nah, anggaran PSIS 2024-2025 ini masih memiliki tagihan piutang sangat besar dan belum dibayarkan oleh PT Liga Indonesia Baru. Piutang inilah yang sesuai kesepakatan manajemen baru dan manajemen lama, akan dipergunakan untuk menyelesaikan kasus 2024-2025 hingga tuntas," terangnya.

"Perhitungan piutang ini jauh lebih besar daripada beban kewajiban pembayaran sanksi-sanksi FIFA tersebut," sambungnya.

Yoyok juga menerangkan jika PSIS sudah terus berusaha menagih piutang saham dan rating tersebut ke PT Liga Indonesia Baru.

"Terbaru, per tanggal 12 Mei 2026. Direktur telah bersurat ke Liga Indonesia Baru untuk meminta hak PSIS Semarang. Namun, hingga sekarang belum dibayarkan. Terlampir, saya lampirkan surat dari Direktur. Karena kita tahu, sebentar lagi FIFA akan mengeluarkan keputusan-keputusan," ungkapnya.

Yoyok melanjutkan semua denda FIFA akan dibayarkan setelah PT Liga Indonesia Baru menyelesaikan semua kewajiban melunasi semua hutangnya ke PSIS.

"Saya berdoa, semoga segera dituntaskan ini hutang-hutang LIB kepada PSIS Semarang. Karena sudah terlalu lama," harapnya.

Yoyok optimis PSIS bisa mendaftarkan pemain baru tepat waktu.

"Karena, saya yakin PT Liga Indonesia Baru akan segera melunasi hutang-hutangnya kepada PSIS Semarang. Karena ini adalah hak kita dan kita akan pergunakan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan klub 2024-2025," tegasnya.



Simak Video "Video: Malaysia Seret RI soal Sanksi FIFA, Ini Respons Erick Thohir"

(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork