Pansus Sebut PKL Malioboro Jogja Bisa Balik ke Pedestiran Jika...

Heri Susanto - detikJateng
Senin, 18 Jul 2022 19:26 WIB
Ilustrasi. Jalan Malioboro, Jogja, setelah PKL direlokasi, Kamis (10/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Yogyakarta -

DPRD Kota Jogja telah menyelesaikan masa kerja Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Relokasi PKL Malioboro. Dari hasil kinerja selama 6 bulan, pansus memiliki sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti Pemkot Jogja.

"Apabila seluruh catatan dan rekomendasi dari Panitia Khusus DPRD Kota Yogyakarta tidak ditindaklanjuti dalam tahun 2022 ini maka tahun 2023 Pansus merekomendasikan seluruh PKL yang saat ini sudah menempati di Teras Malioboro 1 dan 2 untuk bisa kembali ke jalur pedestrian kawasan Malioboro," kata Ketua Pansus Pengawasan Relokasi PKL Malioboro DPRD Kota Jogja, A Fokky Ardianto, melalui keterangan tertulis, Senin (18/7/2022).

Fokky menjelaskan sesuai dengan apa yang diatur dalam tata tertib DPRD maka pansus pengawasan hanya berumur 6 bulan. Selama itu pansus telah melakukan rapat kerja dan investigasi di lapangan dengan paguyuban PKL, individu PKL, Pemkot Jogja, Pemda DIY dan DPRD DIY.

"Di samping itu pansus juga menjalin komunikasi dengan kawan-kawan mahasiswa yang juga melakukan penelitian di sana," katanya.

Hasil kerja Pansus DPRD, kata Fokky, mereka menghasilkan 14 catatan dan 19 rekomendasi yang telah disepakati semua fraksi DPRD Kota Jogja untuk bisa ditindaklanjuti Pemkot Jogja maupun Pemda DIY.

"Rekomendasi Pansus Pengawasan Relokasi PKL Malioboro, mendorong Dinas Koperasi dan UMKM Kota Jogja sebagai OPD yang mengurusi Teras 1 dan 2 Malioboro sesuai kewenangannya," katanya.

Rekomendasi selanjutnya, kata Fokky, Pansus mendorong Pemkot Jogja untuk bisa mendampingi PKL yang saat ini menjadi tenant.

"Pendorong gerobak diharapkan mendapatkan pekerjaan alternatif," katanya.

Kemudian, lanjut Fokky, PKL yang tercecer saat pendataan dan pengasong untuk dicarikan solusi agar tetap mendapatkan penghasilan.

"Pelaku seni yang selama ini menggantungkan hidupnya dari Malioboro untuk tetap diberikan ruang," katanya.

Masalah arus lalu lintas, menurut Fokky, turut menjadi perhatian terutama arus lalu lintas becak, andong, pengguna parkir, maupun masyarakat di sekitar sirip Malioboro untuk bisa dilakukan penataan.

"Meningkatkan promosi agar PKL di Teras 1 dan 2 Malioboro tetap ramai pengunjung," katanya.

Fokky menambahkan, poin selanjutnya adalah mengenai peningkatan SDM PKL agar bisa memberikan hospitality bagi wisatawan.

"Rekomendasi selanjutnya mengenai peningkatan fasilitas di Teras 1 dan 2 Malioboro agar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung," katanya.

Halaman selanjutnya, tanggapan Pemkot Jogja...




(rih/sip)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork