DIY Catat 6.000 Lebih Kasus Ternak Kena Penyakit Mulut dan Kuku

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 28 Jun 2022 12:34 WIB
Sapi perah diprioritaskan Pemkot Sukabumi untuk disuntik vaksin PMK. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kaki pada hewan ternak.
Ilustrasi vaksinasi PMK pada hewan ternak. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Kulon Progo -

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lebih dari 6.000 ternak di daerah ini telah terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jumlah kasus itu tersebar di empat kabupaten yang ada di DIY.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Erna Rusmiyati, mengatakan hingga hari ini total ternak di DIY yang sudah terjangkit PMK berjumlah 6.785 ekor. Dari jumlah itu 58 di antaranya dipotong paksa, 63 ekor mati, dan 768 ekor dinyatakan sembuh.

Jumlah kasus PMK di atas, lanjut Erna, tersebar di 4 kabupaten yakni Kulon Progo, Bantul, Sleman dan Gunungkidul. Hanya Kota Jogja saja yang belum ditemukan adanya kasus tersebut.


"Total kasus PMK kita sudah di angka 6.785 ekor tersebar di kabupaten dan kota, kecuali Kota Jogja ya. Yang lainnya seperti Kulon Progo, Bantul, Sleman dan Gunungkidul sudah ditemukan kasus PMK," ucap Erna saat ditemui wartawan di Kulon Progo, Selasa (28/6/2022).

Seiring dengan penambahan kasus, upaya vaksinasi terhadap ternak di DIY makin digencarkan. Hal ini menyusul datangnya vaksin PMK yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah salah satunya di DIY.

Erna menuturkan total ada 4.800 dosis vaksin PMK yang dialokasikan di DIY. Vaksin itu selanjutnya didistribusikan secara bertahap ke seluruh kabupaten dan kota, rinciannya Kulon Progo, 300 dosis; Bantul, 300; Gunungkidul, 500; Sleman, 3.100; UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK), 400; terakhir UGM dan Kota Jogja, 200.

"Khusus untuk Sleman sekarang baru dapat 1.100 dosis untuk tahap awal vaksinasi ini," jelasnya.

Selain upaya vaksinasi, langkah screening dan uji laboratorium terhadap sampel ternak yang terindikasi PMK juga digencarkan. Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 870 an sampel yang telah diuji.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...