Karyawan vs Pabrik Arang Kulon Progo, Perusahaan Buka Suara

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 15:18 WIB
Aksi karyawan pabrik arang briket saat mendatangi gedung DPRD Kulon Progo, DIY, Kamis (27/1/2022).
Karyawan pabrik briket mendatangi DPRD Kulon Progo. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Ratusan karyawan pabrik arang briket dari PT Kurnia Bumi Pertiwi mengadu ke DPRD Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait dengan nasib mereka yang tidak digaji oleh perusahaan selama dua tahun terakhir. Pihak perusahaan memberi penjelasan.

"Menanggapi itu kita semua sudah tahu dan memang dari 2018 kita mengalami kerugian lantaran bahan baku, biaya produksi dan penghasilan tidak sesuai. Saat itu kemudian dilakukan pelbagai cara tapi belum membuahkan hasil. Dari situ pada 2019 kita mulai tertatih, sampai ada 200 karyawan disetop, hanya karyawan tetap yang dipertahankan," ucap perwakilan manajemen PT Kurnia Bumi Pertiwi, Heri Prasetyowati, dalam audiensi di gedung DPRD Kulon Progo, Kamis (27/1/2022).

"Kemudian pada 2020 kita mencoba tetap berusaha dengan dana pinjaman yang tidak perlu kami sebutkan sumbernya dari mana. Tapi itu hanya sesaat karena kemudian muncul pandemi," sambungnya.

Heri menuturkan pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 kian memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Musababnya, kebijakan lockdown di sejumlah negara sehingga menyulitkan proses ekspor produk briket. Akibatnya, pabrik ini memutuskan untuk berhenti operasi.

"Dampak pandemi kami tidak produksi. Namun pada Mei kami masih berusaha menggaji meski setengah dari total gaji karyawan, dibarengi dengan pengurangan durasi kerja jadi setengah hari. Tetapi ini sulit karena ada kendala dari internal yang terus loss dan ekspor susah karena negara lockdown," terangnya.

"Jadi dari kami sebenarnya masih berupaya menggaji karyawan meski tidak beroperasi. Kami juga berupaya membantu pembiayaan karyawan yang anaknya sedang butuh biaya operasi, kami carikan dana untuk bantu itu. Ini salah satu upaya kami," ucapnya.

Kondisi keuangan yang terus-terusan memburuk itu berujung pada keluarnya kebijakan perusahaan merumahkan para karyawan tetap. Adapun PT. Kurnia Bumi Pertiwi yang berlokasi di Panjatan, Kulon Progo itu kini sedang mencari solusi atas persoalan tersebut.

Aksi demonstrasi di DPRD

Seperti diketahui, ratusan karyawan pabrik arang briket dari PT Kurnia Bumi Pertiwi menggeruduk gedung DPRD Kulon Progo. Mereka meminta dewan untuk membantu menuntaskan persoalan pekerja yang tidak digaji oleh perusahaan selama dua tahun terakhir.

"Kami memperjuangkan hak dalam hal ini selama berpuluh tahun dia (massa buruh) berkarya di PT Kurnia Bumi Pertiwi dan selama dua tahun ini dirumahkan. Selama dua tahun ini, dengan alasan pandemi dan tidak beroperasi, tetapi tidak diberikan kompensasi," ucap koordinator aksi Yusron Martofa saat ditemui wartawan usai orasi di gedung DPRD Kulon Progo, Kamis (27/1/2022).

"Sebagian mereka sudah bekerja di sana kurun waktu 20 tahun. Sudah banyak yang uzur. Oleh perusahaan mereka dikekang karena berstatus karyawan tetap. Sehingga mereka tidak boleh bekerja di perusahaan lain. Sementara mereka ini tidak diberikan kompensasi dan kesejahteraan selama 2 tahun dirumahkan tetapi diikat. Bagaimana mereka bisa kerja," sambungnya.

Karena itu lanjut Yusron para pekerja menuntut agar manajemen PT. Kurnia Bumi Pertiwi melakukan PHK massal agar mereka bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Dengan di-PHK, buruh juga bisa dapat pesangon selama bekerja puluhan tahun di sana.

"Mereka sudah sepakat agar di-PHK saja agar bisa kerja dengan institusi lain, lalu diberikan pesangon dan penghargaan dan menuntut persoalan Jamsostek atau asuransi kerja selama kurun waktu puluhan tahun," ucap Yusron.

Disambut Ketua DPRD

Kehadiran massa pekerja ini disambut oleh pimpinan dan sejumlah anggota dewan. Rombongan dipersilakan masuk ke ruang sidang paripurna untuk duduk bersama guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Dalam pertemuan ini juga dihadiri perwakilan PT Kurnia Bumi Pertiwi serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo.

Sementara itu Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati mendesak perusahaan segera menuntaskan kewajibannya.

"Harapan saya dengan audiensi dari pagi sampai siang hari ini tentu pihak terkait dalam hal ini owner PT (Kurnia) Bumi Pertiwi briket arang itu segera merespons atas aspirasi dari serikat pekerja atau teman-teman pekerja," ucap Akhid

Akhid mengatakan respon cepat pihak perusahaan sangat diperlukan agar 102 karyawan tetap yang mengadu ke dewan bisa segera mendapat kejelasan terkait nasib mereka. "Agar ada kejelasan tentang status dan hak-hak mereka yang tercederai selama ini," ujarnya.

Akhid pun menyampaikan imbauan kepada pemilik pabrik untuk dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cara baik-baik. Pihak perusahaan diharapkan bisa mengedepankan kepentingan karyawan yang terdampak.

"Harus ada solusi yang manusiawi untuk teman-teman pekerja," ucapnya.



Simak Video " Terungkap! Penyebab Kematian Pria di Kulon Progo Dianiaya Selingkuhan Istri"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/sip)