Minyak Goreng di Pasar Tradisional Semarang Masih Mahal, Ini Sebabnya

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 27 Jan 2022 14:55 WIB
Penjual minyak goreng di Pasar Karangayu Semarang, Kamis (27/1/2022)
Penjual minyak goreng di Pasar Karangayu Semarang, Kamis (27/1/2022). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)
Semarang -

Sepekan sejak harga minyak goreng kemasan turun menjadi Rp 14 ribu per liter di pasar modern, mayoritas pedagang di pasar tradisional Kota Semarang masih menjual dengan harga tinggi. Para pedagang mengaku belum bisa menurunkan harga karena harus menghabiskan stok lama yang dibeli saat harga tinggi.

Salah satu pedagang di Pasar Peterongan, Mulyadi mengatakan terpaksa masih menjual Rp 20 ribu per liter karena belum ada subsidi atau kebijakan dari distributor. Ia membeli minyak dengan harga Rp 18 ribu per liter.

"Saya masih jual Rp 20 ribu untuk satu liternya. Karena belum ada subsidi," kata Mulyadi ditemui detikJateng di Pasar Peterongan, Kamis (27/1/2022).

Di Pasar Karangayu, salah satu pedagang Titin mengatakan, sebelum ada pengumuman dari pemerintah soal harga Rp 14 ribu per liter, tokonya baru saja kedatangan stok minyak goreng dengan harga lama. Sehingga kini ia masih menjual dengan harga kisaran RP 39 ribu per 2 liter, itu pun dirinya mengaku sudah jual rugi.

"Stok yang harga lama masih 300-an kemasan. Masih harga lama, ini belum turun. Jual masih Rp 39 ribu dua liter. Sudah komplain, disuruh turun Rp 28 ribu sama Rp 14 ribu. Dari pabrik belum ada gantinya, masa sini lebih rugi," jelas Titin.

Titin menyebut, saat ini dirinya sedang berproses dari distributor yang datang untuk mengecek stok. Oleh sebab itu meski pemerintah mengatakan harga minyak goreng di pasar tradisional turun sepekan setelah pasar modern, namun sampai hari ini belum bisa terlaksana.

"Ini baru proses," katanya.

Sementara itu salah satu pedagang dengan gerai yang lebih kecil, Siti mengatakan ada beberapa merk minyak kemasan yang turun harga menjadi Rp 14 ribu karena merupakan stok baru. Namun untuk stok lama, ia masih menjual harga lebih tinggi.

"Ada merk yang sudah jual Rp 14 ribu. Tapi ada juga yang masih harga lama, karena stok lama, kalau mau ngurus pakai NPWP," ujar Siti.

"Merk yang stok lama masih ada 19 buah. Katanya mau dikembalikan, yang 19 itu mau disusuki (diberi uang kembalian). Dapat kembalian Rp 5,5 ribu," imbuhnya.

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Seksi Stabilisasi Harga Sembako pada Dinas Perdagangan Kota Semarang Sugeng Dili mengatakan, rata-rata pedagang masih menjual dengan harga lama karena belum kedatangan barang atau stok baru dengan harga baru.

"Rata-rata masih harga lama karena belum di-drop yang harga baru. Pihak vendor sudah sosialisasi, sebagian sudah ditarik. Seharusnya secara ketentuan ya (harga turun) kemarin tanggal 26 Januari, sepekan setelah pasar modern. Tapi ini kan masih proses," kata Sugeng di Pasar Peterongan.



Simak Video "Tim Gabungan Polri-Kemenperin Sidak Pabrik Minyak Goreng di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)