Warga Kajoran Tewas Dikeroyok Usai Dituding Pebinor, 4 Orang Ditangkap

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 18:59 WIB
Barang bukti stik bisbol dan pecahan cobek yang diduga menganiaya korban menyebabkan meninggal dunia diamankan Reskrim Polresta Magelang, Jumat (20/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pengeroyokan maut bermotif cinta segitiga mengakibatkan korbannya tewas terjadi di Magelang. Reskrim Polresta Magelang pun menangkap empat pelakunya.

Korban pengeroyokan inisial KK (33), warga Kajoran, Kabupaten Magelang. Dugaan pengeroyokan dilakukan para pelaku di kawasan Tuguran, Kota Magelang dan daerah Koda Jaya, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (9/2).

Dugaan pengeroyokan dilakukan lima pelaku, seorang di antaranya masih buronan. Sedangkan keempat yang ditangkap yakni ANH (40) warga Tuguran, Kota Magelang; NAP (37), warga Wates, Kota Magelang; RG (33), warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang dan MA (35), warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, mengatakan pada Senin (9/2) sekitar pukul sekitar pukul 20.00 WIB, pihaknya menerima laporan dari seseorang atas nama SM (31) warga Kajoran, Kabupaten Magelang.

"Yang bersangkutan melaporkan bahwasanya menemukan suaminya dalam keadaan tidak berdaya, keadaan luka-luka ditemukan di suatu perumahan di wilayah Mertoyudan. Tepatnya di Perumahan Koda Jaya, Jogonegoro, Mertoyudan," kata Toyib kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/2/2026).

Kemudian korban KK saat itu sudah dibawa menuju RSUD Tidar Kota Magelang guna mendapatkan perawatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Reskrim Polresta Magelang menuju RSUD Tidar Kota Magelang.

"Selanjutnya, kami buatkan laporan dan kami cek ke rumah sakit, bahwasanya memang korban dalam kondisi kritis waktu itu. Dan selanjutnya, Selasa (10/2) sekitar jam 01.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tidar Magelang," sambung Toyib.

"Dan paginya (Selasa) sekitar jam 6, kita berhasil mengamankan satu pelaku. Satu pelaku yang kita amankan waktu itu inisialnya adalah ANH, yang di alamatnya adalah Tuguran," imbuh Toyib.

Pelaku mengakui dirinya mengeroyok korban. Dia menyebut pelaku berjumlah lima orang.

"Kemudian dari hasil pemeriksaan atau interogasi yang bersangkutan, bahwasanya memang benar bahwasanya yang bersangkutan melakukan tindak kekerasan terhadap korban KK. Dan pelaku tindak kekerasan secara bersama-sama ini adalah sebanyak 5 orang. Waktu itu 4 orang melarikan diri," lanjut Toyib.

Berikutnya pada Rabu (11/2), kata Toyib, satu orang menyerahkan diri. Pelaku yang menyerahkan diri inisial NAP.

"Iya, yang menyerahkan diri hari Rabu. Kemudian hari Kamis (12/2), itu menyerahkan diri lagi dua orang, atas nama inisial RG dan MA," kata Toyib.

"Yang sudah kami tahan 4 orang. Iya, satu masih DPO (daftar pencarian orang)," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan motif pengeroyokan ini, kata Toyib, motifnya adalah cinta segitiga. Diduga korban KK menjalin hubungan dengan istri salah satu tersangka, RG.

"Diduga cinta segitiga. Jadi diduga korban ini punya hubungan dengan salah satu istri pelaku, yaitu RG. Jadi RG ini mencurigai bahwa istrinya itu punya hubungan dengan seorang laki-laki, itu diketahui di akun TikTok-nya," beber Toyib.




(apu/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB