Malam Petaka Bos Air Isi Ulang Semarang Dimutilasi Hidup-hidup

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 11 Mei 2023 06:30 WIB
Rilis pelaku pembunuhan-mutilasi pemilik depot air isi ulang di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/5/2023). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Solo -

Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten eksplisit tentang kekerasan ekstrem yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan agar Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Bos depot air minum isi ulang di Tembalang, Semarang, Irwan Hutagalung (53) yang ditemukan dicor ternyata dimutilasi hidup-hidup. Pelakunya adalah karyawannya Muhammad Husen (28) yang mengaku dendam.

Saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, Husen tak menunjukkan raut penyesalan dan justru cengengesan ketika menceritakan aksi sadisnya. Dia mengklaim melakukan perbuatan sadis itu karena bosnya galak dan sering main tangan kepadanya.

"Karena tangannya dipakai buat mukul saya makanya saya potong. Kalau kepalanya karena dia suka ngomelin saya aja. Jadi yang saya potong kepala bukan bibir. Mulut kan susah," ujar Husen di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/5/2023).

Aksi sadis itu dilakukan Husen pada Kamis (4/5) malam hingga Jumat (5/5) dini hari. Petaka tewasnya bos depot air minum isi ulang Semarang itu dimulai saat Husen menikam dengan linggis di waktu Irwan tertidur pulas.

"Posisi korban sedang tidur nyenyak sekitar jam 20.00-20.30 WIB," terang Husen.

Dengan rinci, Husen mengaku dua kali menusuk bagian rahang bosnya Irwan Hutagalung. Bos depot air minum isi ulang tempatnya bekerja itu pun kritis. Saat itulah, dia tinggalkan bosnya untuk nongkrong di angkringan.

"Saya tinggal keluar dulu ke angkringan, minum," katanya.

Kepada pedagang angkringan itu Husen pun menceritakan aksi sadisnya. Selesai nongkrong dan minum-minum di angkringan, pada Jumat (5/5) sekitar pukul 04.00 WIB, Husen kembali ke dalam toko untuk mengeksekusi bosnya lagi.

Aksi mutilasi sadis itu ternyata dilakukan Husen ketika bosnya masih hidup.

Selanjutnya, Husen menata bagian tubuh korban ke dalam karung. Bagian tubuh itu diletakkan di lorong sempit celah antarbangunan.

Setelah selesai melakukan mutilasi sadis di depot air minum isi ulang itu, Husen lalu mengambil uang Rp 7 juta milik bosnya. Uang itu dia gunakan untuk bersenang-senang dan menyewa PSK. Husen pun mengajak pedagang angkringan untuk menemaninya.

Husen baru berusaha menghilangkan jejak pada Sabtu (6/5). Dia berusaha mengecor jasad korban dengan pasir dan semen. Pasir dan semen itu didapatnya dari rumah korban.

Selengkapnya di halaman berikut.



Simak Video "Momen Buron Nomor 1 Thailand Gelagapan saat Ditangkap di Bali"


(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork