Pengiriman Sabu 2,9 Kg dalam Jeriken dari Malaysia Digagalkan BNNP Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 17:24 WIB
BNNP Jateng jumpa pers kasus pengiriman sabu-sabu 2,9 kilogram dari Malaysia, Selasa (4/10/2022).
BNNP Jateng jumpa pers kasus pengiriman sabu-sabu 2,9 kilogram dari Malaysia, Selasa (4/10/2022). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng
Semarang -

Pengiriman sabu-sabu seberat 2,9 kilogram dari Malaysia berhasil digagalkan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Sabu itu dimasukkan dalam jeriken yang dikirim bersama perlengkapan rumah tangga.

Kabid Brantas BNNP Jateng Kombes Arief Dimjati mengatakan pada Rabu 14 September 2022 lalu ada informasi dari Bea Cukai Jateng dan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang ada paket berisi sabu yang transit di terminal peti kemas.

"Pengungkapan kasus ini hasil sinergi dan kolaborasi para penegak hukum. Diperoleh informasi dari kawan-kawan Bea Cukai, dapat info dari perusahaan ekspedisi. Dilakukan pengecekan," kata Arief di kantornya, Selasa (4/10/2022).


Paket berukuran besar itu berisi alat-alat dapur, pakaian bekas, dan lainnya termasuk dua jeriken yang mencurigakan. Setelah dicek ternyata jeriken warna biru itu berisi sabu-sabu.

"Dilakukan pengecekan, dalam paket yg sangat besar ini, boks besar, ada di dalamnya narkotika jenis sabu," jelas Arief.

Kemudian dibentuk tim untuk melakukan control delivery yaitu mengirimkan paket ke penerima dengan pengawasan. Pada 15 September 2022 paket dikirim ke Kabupaten Lumajang. Arief menegaskan pihaknya hati-hati karena daerah yang ditujukan berpotensi ada perlawanan ketika dilakukan tindakan.

"Dengan taktik tertentu saat akan diterima penerima kita lakukan penyergapan. Dan itu tidak mudah. Ini membutuhkan teknik tertentu karena di alamat penerima ini ternyata merupakan kawasan merah. Kawasan yang perlu diantisipasi adanya perlawanan terhadap petugas," jelasnya.

Keesokan harinya, 16 September 2022, pemantauan dilakukan dan diketahui ada seorang pria mengambil paket di mobil yang membawa paket di dekat pasar Randuagung, Lumajang.

"Tim gabungan melakukan penangkapan terhadap tersangka beserta barang bukti paket yang setelah dibuka di depan tersangka berisi narkotika jenis sabu seberat 2,9 kg," ujar Arief.

Dua tersangka yang diamankan yaitu AF (47) warga Lumajang yang merupakan penerima paket dan NHS (53) warga Lumajang yang memerintah AF untuk mengambil barang.

"Para tersangka merupakan bagian dari jaringan Madura yang menggunakan wilayah Jateng sebagai basis transit kiriman narkotika melalui jalur laut dari Malaysia ke Jawa Timur," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...