A-Z Kasus Mary Jane, Terpidana Mati Kasus Heroin di Jogja-Filipina Minta Grasi

Internasional

A-Z Kasus Mary Jane, Terpidana Mati Kasus Heroin di Jogja-Filipina Minta Grasi

Tim detikNews - detikJateng
Rabu, 07 Sep 2022 15:54 WIB
Ilustrasi Mary Jane
Ilustrasi Mary Jane (Foto: Ilustrator Edi Wahyono)
Solo -

Mary Jane Fiesta Veloso, warga negara Filipina terpidana mati kasus penyelundupan heroin 2,6 kilogram di Bandara Adisutjipto Jogja pada 25 April 2010 silam, tengah menunggu eksekusi mati di Indonesia. Kabar terbaru, Filipina resmi mengajukan grasi untuk Mary Jane ke Presiden Joko Widodo.

Filipina Minta Grasi untuk Mary Jane

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/9/2022), Sekretaris Pers untuk Presiden Ferdinand Marcos Jr mengungkapkan bahwa permintaan grasi untuk Mary Jane itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Enrique Manalo saat bertemu Menlu Indonesia Retno Marsudi di Jakarta, pekan ini.

Pertemuan Menlu kedua negara digelar di sela kunjungan kenegaraan Marcos Jr ke Indonesia.


"Menteri Luar Negeri Marsudi mengatakan dia akan berkonsultasi dengan Kementerian Hukum dan HAM mengenai masalah ini," ucap Sekretaris Pers Presiden Marcos Jr, Trixie Cruz-Angeles, dalam pernyataan video via Twitter, sembari mengutip Kementerian Luar Negeri Filipina, dilansir detikNews, Rabu (7/9).

Kilas Balik Kasus Mary Jane

Dirangkum detikcom, Rabu (7/9/2022), Mary Jane Veloso (31) ditangkap di Bandara Adisutjipto Jogja pada April 2010 setelah kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin. Mary Jane mengklaim narkoba tersebut dijahitkan di dalam kopernya tanpa sepengetahuan dirinya. Selama di persidangan, Mary Jane berkukuh dia tidak bersalah.

Kisah Hidup Mary Jane

Mary Jane, putri bungsu dari 5 bersaudara dari keluarga tak mampu. Dia menikah muda, di usia 17 tahun dan memiliki 2 anak. Namun Mary Jane bercerai dengan suaminya. Untuk membiayai kehidupan dan kedua anaknya, Mary Jane akhirnya menjadi TKW ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2009. Di Dubai, Mary Jane bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) selama 9 bulan.

Majikan Mary Jane saat itu mencoba memperkosanya hingga akhirnya dia keluar dan kembali ke Filipina. Seorang teman yang dikenal keluarga Mary Jane akhirnya menawarkan pekerjaan sebagai ART di Malaysia, demikian dilansir GMA Network edisi 8 April 2015.

Mary Jane ke Indonesia

Sesampai di Malaysia, Mary Jane diberi tahu bahwa lowongan ART di Malaysia sudah tidak tersedia dan diberi tahu ada lowongan ART di Indonesia. Akhirnya Mary Jane pun diminta terbang ke Indonesia.

Mary Jane dititipi sebuah koper dengan upah USD 500. Namun, sesampai di Bandara Adisutjipto pada 2010, Mary Jane ditangkap dengan barang bukti heroin seberat 2,6 kilogram. Setelah melalui proses persidangan, Mary Jane divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada Oktober 2010.

Halaman selanjutnya, Mary Jane divonis mati...