Sederet Fakta Pengacara Yosep Parera Ditangkap KPK gegara Suap Hakim Agung

Round Up

Sederet Fakta Pengacara Yosep Parera Ditangkap KPK gegara Suap Hakim Agung

tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 24 Sep 2022 07:02 WIB
Yosep Parera
Yosep Parera. Foto: Hanafi/detikcom
Solo -

Pengacara Semarang, Yosep Parera ditangkap KPK terkait suap perkara di Mahkamah Agung (MA), Kamis (22/9) kemarin. Dalam keterangan yang disampaikannya di gedung KPK, Yosep mengakui perbuatannya. Berikut sederet fakta sosok Yosep Parera.

Ditangkap KPK di Kantornya

Pengacara Semarang, Yosep Parera menjadi tersangka atas suap perkara di Mahkamah Agung (MA). Yosep tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) KPK di kantornya, di Semarang.

Salah satu pengacara di kantor firma hukum Yosep Parera, M Amal Lutfiansyah, membenarkan Yosep diamankan di kantornya. Lutfi menyebut petugas KPK datang sekitar pukul 14.00 WIB.


"Memang benar dan sudah ada statemen juga dari pihak-pihak yang melakukan giat (OTT KPK) kemarin, giat kemarin memang benar," kata Lutfi ditemui detikJateng di kantornya Jalan Semarang Indah, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (23/9/2022).

Yosep Siap Buka-bukaan

Yosep Parera diciduk KPK terkait suap perkara MA kemarin. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Yosep Parera buka suara dan mengatakan dirinya jadi korban sistem serta menyebut setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

"Inilah sistem yang buruk di negara kita, di mana setiap aspek sampai tingkat atas harus mengeluarkan uang. Salah satu korbannya adalah kita," kata Yosep Parera di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikNews, Jumat (23/9).

"Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya," imbuh Yosep.

Yosep Parera Akui Beri Suap

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Yosep Parera pun buka suara. Dia mengklaim jadi korban sistem dan menyebut setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

Dia bersama rekan pengacaranya Eko Suparno mengaku memberikan suap. Uang itu diberikan agar Koperasi Simpan Pinjam Intidana dinyatakan pailit.

"Saya dan Mas Eko sebagai lawyer mengakui secara jujur menyerahkan uang di Mahkamah Agung, tapi kami tidak tahu dia panitera atau bukan," ata Yosep Parera di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikNews, Jumat (23/9/2022).

"Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya," imbuh Yosep.

Suap Perkara KSP Intidana

Dia bersama rekan pengacaranya Eko Suparno mengaku memberikan suap. Uang itu diberikan agar Koperasi Simpan Pinjam Intidana dinyatakan pailit.

"Saya dan Mas Eko sebagai lawyer mengakui secara jujur menyerahkan uang di Mahkamah Agung, tapi kami tidak tahu dia panitera atau bukan," ungkapnya.

Yosep mengklaim jadi korban sistem. Dia menyebut setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

"Inilah sistem yang buruk di negara kita, di mana setiap aspek sampai tingkat atas harus mengeluarkan uang. Salah satu korbannya adalah kita," imbuh Yosep.

Jadi Dosen dan Tidak Pernah Ambil Gaji

Selain sebagai pengacara Yosep adalah seorang dosen Hukum Bisnis di STIE Widya Manggala Semarang. detikJateng mencoba menelusuri informasi tersebut dengan mendatangi STIE Widya Manggala di Jalan Sriwijaya Kota Semarang. Pembantu Ketua 2 STIE Widya Manggala, Yeni Kuntari mengatakan Yosep memang mengajar di sana namun sebagai dosen praktisi, bukan dosen tetap karena di tempatnya tidak ada (program studi) Prodi Hukum.

"Kami tidak punya prodi hukum, jadi Pak Yosep Parera mengajar di sini mata kuliah hukum bisnis saja. Bukan sebagai dosen tetap. Tapi dosen praktisi," kata Yeni kepada detikJateng, Jumat (23/9/2022).

Yeni mengaku cukup terkejut dengan kabar Yosep Parera yang ikut dijemput KPK bahkan nama STIE Widya Manggala. Selama tiga tahun dia sudah mengajar setiap semester genap. Yosep dikenal cukup mumpuni saat mengajar bahkan gajinya tidak pernah diambil.

"Cukup tertib saat mengajar. Gajinya itu tidak pernah diambil, yang kita tahu orangnya baik," katanya.

Baca Peradi Tawarkan Bantuan Hukum di halaman berikutnya...