Round-Up

Pembacokan Usai Dangdutan, 2 Desa di Jepara Memanas

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 17 Mei 2022 06:16 WIB
Polres Jepara bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan warga dua desa yang terlibat tawuran, Minggu (15/5/2022).
Polres Jepara bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan warga dua desa yang terlibat tawuran, Minggu (15/5/2022). Foto: dok Polres Jepara
Jepara -

Sejumlah anggota polisi berjaga di wilayah perbatasan Desa Muryolobo dan Desa Ngetuk di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Penjagaan itu untuk mengantisipasi dampak perkelahian antarwarga seusai pentas dangdut pada Minggu (15/5/2022) lalu.

"Saya sudah siapkan pos pengamanan personel di perbatasan dua desa itu untuk menjaga, pengendalian keamanan di sana. Dari Polri 25 personel, ada bantuan dari TNI juga," kata Kapolres Jepara AKBP Warsono, Senin (16/5/2022).

Perkelahian antarwarga dua desa itu terjadi pada Minggu (15/5). Akibat perkelahian seusai pentas dangdut itu, satu korban berinisial AR (30), warga Desa Muryolobo, Nalumsari, tewas. Polisi menyebut korban tewas akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam.

"Ini saya luruskan ya, itu bukan tawuran, tapi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal," kata Warsono saat dihubungi, Senin (16/5). Dalam keterangan tertulisnya, Warsono menduga perkelahian yang berujung penganiayaan itu gara-gara persoalan sepele.

Lokasi pembacokan warga Jepara usai menonton pementasan dangdut. Foto diambil Senin (16/5/2022).Lokasi pembacokan warga Jepara usai menonton pementasan dangdut. Foto diambil pada Senin (16/5/2022). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Menurut salah satu pemilik kios di Pasar Gandu, Kumono (70), peristiwa itu terjadi tak jauh dari kiosnya. Saat keluar dari pasar, setelah menutup kiosnya lantaran hendak salat Magrib ke musala, Kumono mengetahui korban sudah tergeletak.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan satu korban tewas itu. "Kita masih pendalaman terkait saksi, identitas pelaku juga masih kita dalami juga," ujar Warsono.

Selain itu, polisi telah menggelar pertemuan warga serta tokoh masyarakat Desa Muryolobo dan Ngentuk di Balai Desa Muryolobo. Polisi juga meminta kepala desa dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Nalumsari untuk mengimbau warga agar tidak terjadi serangan balasan.

"Percayakan penanganan persoalan ini kepada aparat kepolisian, jangan main hakim sendiri karena akibatnya justru sangat merugikan masyarakat," kata Warsono.



Simak Video "Dua Kelompok Pelajar Terlibat Tawuran di Pati, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)