Akhir Polemik Sunat Gaji Karyawan Penerima BSU di Waroeng SS

Round-Up

Akhir Polemik Sunat Gaji Karyawan Penerima BSU di Waroeng SS

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 04 Nov 2022 07:07 WIB
Direktur Waroeng SS Indonesia Yoyok Hery Wahyono, Kamis (3/11/2022).
Direktur Waroeng SS Indonesia Yoyok Hery Wahyono, Kamis (3/11/2022). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng
Solo -

Kebijakan manajemen Waroeng Spesial Sambal (SS) yang memotong gaji karyawan penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) membuat heboh beberapa hari terakhir. Beberapa pihak mengecam kebijakan tersebut.

Kasus itu mencuat saat surat dari manajemen yang ditujukan kepada para karyawannya beredar di media sosial. Dalam surat tersebut manajemen Waroeng SS memotong gaji karyawan penerima BSU sebesar Rp 300 ribu.

Adapun dalih manajemen adalah karena tidak ingin antar pegawai merasa iri dan menjadi kurang harmonis. Sebab, bantuan dari pemerintah itu disebut tidak merata.


"Sebagian dapat, sebagian tidak, malah jadi tidak rukun mereka, akan jadi polemik. Yang dapat (BSU) hanya 50-an% pegawai, sehingga muncul disharmoni antar karyawan," kata Direktur WSS Indonesia Yoyok Hery Wahyono kepada detikcom, Minggu (30/10/2022), dikutip dari detikFinance.

Kebijakan tersebut menuai banyak reaksi. Disnakertrans DIY segera mengadakan Rapat Koordinasi Pengawasan Khusus pada Minggu (30/10) lalu. Hasil dari rapat tersebut ditindaklanjuti dengan Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Khusus terhadap perusahaan tersebut.

Bahkan, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah juga ikut mengomentari kebijakan manajemen Waroeng SS itu. Dia juga memerintahkan jajarannya untuk menangani kasus tersebut.

"Ini sudah kita tindaklanjuti. Dua dirjen ini ya, Dirjen PHI Jamsos karena yang mengelola anggaran BSU ini kan Dirjen PHI Jamsos, dengan pengawasan ada Dirjen Binwasnaker yang akan melakukan," kata Ida kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/10/2022).

Akhir polemik pemotongan gaji ada di halaman selanjutnya