Buruh di Wonogiri Minta UMK Naik Jadi Rp 2 Juta, Apindo Pikir-pikir

Buruh di Wonogiri Minta UMK Naik Jadi Rp 2 Juta, Apindo Pikir-pikir

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Senin, 31 Okt 2022 17:56 WIB
Ribuan buruh mengelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021).
Foto: Pradita Utama. Semangat Buruh Tak Kenal Lelah Tuntut Keinakan Upah
Wonogiri -

Buruh Wonogiri berharap upah minimum kabupaten (UMK) di Wonogiri bisa naik 8-9 persen pada tahun depan. Harapan itu saat ini dikaji oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wonogiri.

"Infonya di daerah di lain ramai diperbincangkan bakal menaikkan UMK di atas 10 persen. Namun kami berharap bisa naik 8-9 persen. Kalau bisa naik segitu sudah bagus karena kondisinya juga seperti ini," kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri Seswanto kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan, yang dimaksud kondisi saat ini adalah dunia usaha saat ini dunia usaha tengah bangkit pasca pandemi COVID-19. Sehingga UMK bisa naik 8-9 persen dinilai cukup.


UMK Wonogiri pada 2022 sebesar Rp 1.839.043,99. Jika naik 8 persen, ada penambahan sebesar Rp 147.123,519. Jika disetujui, UMK di Wonogiri menjadi Rp 1.986.167,51.

Menurutnya, pembahasan UMK akan dilakukan Dewan Pengupahan. Sementara penetapan UMK biasanya dilakukan pada akhir November.

"Kalau UMK naik di atas 10 persen seperti daerah lain Wonogiri tidak kuat. Nanti keputusannya seperti apa kan diputuskan gubernur. Yang kami harapkan naik 8-9 persen, sembari lihat kondisi," kata Seswanto.

Sekretaris Apindo Wonogiri Gangsar Laksono mengaku masih melakukan penjajakan terkait harapan SPSI yang menginginkan UMK Wonogiri naik 8-9 persen. Apindo akan melihat regulasi yang digunakan dari pemerintah.

"Kami tetap menampung aspirasi dari pekerja terkait harapan kenaikan UMK. Kami kaji dulu sambil mencermati kondisi di Wonogiri," kata dia.

Ia menuturkan dalam prosesnya akan ada diskusi yang dilakukan dengan Dewan Pengupahan Wonogiri. Termasuk melihat sikap dari Apindo Pusat. Selain itu Apindo akan melihat data perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Wonogiri serta inflasi di Wonogiri.

Menurut Gangsar, Apindo sedikit keberatan dengan tuntutan kenaikan UMK sebesar 8-9 persen. Setelah pandemi tidak semua pengusaha bisa kembali eksis dan lancar. Di kota besar, ada perusahaan besar yang gulung tikar, sehingga ada pertimbangan.

"Proses recovery tidak gampang. Saat ini masih masa penyesuaian, tapi kan nanti masih dibahas UMK-nya. Semua serba ada kemungkinan. Kami berharap pertumbuhan ekonomi masih bisa berjalan dengan baik, pengusaha bisa eksis. Selain itu, Pekerja juga merasa tidak dirugikan dengan keputusan bersama," kata Gangsar.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/ams)