Perjalanan Kasus Pembunuhan Iwan Boedi di Semarang Sejak 2022

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 16:09 WIB
Misa peringatan 40 hari meninggalnya PNS Bapenda Semarang Paulus Iwan Boedi di Gereja Santa Maria Fatima, Banyumanik, Semarang, Jumat (14/10/2022). Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng
Solo -

Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan menyatakan akan mengecek kasus pembunuhan ASN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo, yang belum terungkap meski sudah empat tahun. Berikut perjalanan kasusnya sejak 2022.

Hilang Sejak 24 Agustus 2022

Saat ditemui detikJateng di rumahnya di Jalan Tembalang Selatan, Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (13/9/2022) malam, istri Iwan Boedi, Onee, mengungkapkan kronologi hari terakhir suaminya di rumah hingga akhirnya dilaporkan hilang.

Onee mengatakan, dirinya terakhir bertemu dengan Iwan pada Rabu (24/8/2022) pagi. Menurut dia, tak ada yang aneh menjelang hilangnya Iwan secara misterius.

"Pamit itu biasa, mengingatkan kalau seragamnya salah. 'Mah itu seragamnya salah'. Oh iya saya siapkan," kata Onee di rumahnya, Selasa (13/9/2022) malam.

Pagi itu, Iwan masih sarapan seperti biasanya. Dia sempat menitipkan uang kepada anaknya untuk perbaikan kos. Onee masih ingat betul momen terakhir kali bertemu dengan Iwan. Meski saat itu Onee juga sedang sibuk mempersiapkan kepergiannya ke Salatiga untuk kerjaannya sebagai perias.

"Seperti biasa saya juga nggak ada firasat apa-apa, mobil (untuk ke Salatiga) juga yang menyiapkan dia," ujar Onee.

Sekitar 06.35 WIB, Iwan berangkat menggunakan jaket hitam dengan motor matik Vario merah tanpa tas di punggungnya. Penampakan itu sama seperti yang terlihat di sejumlah CCTV yang dilihat Onee.

Pagi itu Iwan berangkat ke kantor dan hendak menjadi narasumber di sebuah acara untuk mewakili kantornya. Acara itu merupakan yang kedua setelah dilaksanakan sehari sebelumnya.

Namun, Iwan tak pernah sampai di kantornya. Di hari itu, Onee mengaku tidak tahu jika Iwan tak hadir di kantor dan tidak hadir di acara yang menunggunya sebagai narasumber.

Onee baru mengetahui hal itu pada Kamis (25/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Dini hari itu, dia memberanikan menelepon teman Iwan untuk menanyakan keberadaan suaminya.

"Jam 3 saya ngelilir, saya keluar saya lihat garasi kok nggak ada, saya memberanikan diri telepon teman-teman saya," katanya.

Sebenarnya, sudah sejak pukul 20.00 WIB Onee menghubungi suaminya dan menanyakan keberadaannya. Suaminya yang beberapa kali pulang larut untuk lembur membuatnya sedikit tidak khawatir.

Namun, hal yang membuatnya janggal adalah nomor ponsel suaminya yang tidak aktif. Sejak pukul 20.00 WIB, setiap 30 menit, Onee selalu berusaha menghubungi Iwan. Bahkan, dia dan anak-anaknya sempat menunggu Iwan hingga larut malam.

Onee juga menunjukkan kontak WhatsApp suaminya dan terlihat bahwa terakhir kali aktif sekitar pukul 07.30 WIB.

Mengetahui suaminya menghilang, Onee lalu menghubungi adiknya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Bersama adiknya, dia berusaha menghubungi berbagai nomor yang mungkin mengetahui keberadaan Iwan.

Onee dan adiknya juga berusaha mencari Iwan ke berbagai rumah sakit, namun hasilnya nihil. Karena tahu Iwan mendapat panggilan dari polisi terkait kasus korupsi, Onee sempat menduga Iwan sedang menjalani pemeriksaan. Tapi ternyata Iwan juga tidak ditemukan.

"Saya masih ada sedikit harapan, ayo yah pasti di situ. Ternyata panggilannya tanggal 25. Terus ini suami saya ke mana kok nggak pulang, nggak bawa apa-apa, nggak bawa baju, nggak bawa tas, di sini CCTV kan kelihatan nggak bawa tas," kata dia.

Onee kemudian mendatangi kantor Iwan di Bapenda Kota Semarang untuk meminta izin melaporkan kehilangan Iwan kepada polisi. Dia didukung untuk membuat laporan kehilangan dan Bapenda Semarang juga menugaskan beberapa karyawan untuk mendampingi Onee.

Onee juga sempat meminta tolong Dishub Semarang untuk melacak CCTV untuk mencari Iwan. Namun, Iwan hanya terlihat di dua CCTV di sekitar area Gajahmungkur.

Iwan Diduga Dibunuh, Mayatnya Dibakar

Hingga akhirnya ditemukan sesosok mayat hangus terbakar 100 persen di kawasan Marina, Kota Semarang, Kamis, 8 September 2022. Kondisi mayat itu tidak utuh, yakni tanpa kepala, kaki kanan, dan tangan mulai dari pergelangan. Di lokasi juga terdapat motor yang kondisinya ludes terbakar.

Dugaan bahwa mayat itu ialah Iwan muncul karena nomor polisi motor yang hangus sama dengan motor yang dibawa Iwan saat terakhir pergi tanggal 24 Agustus 2022 sebelum dinyatakan hilang. Selain itu ada name tag yang sebagian hurufnya sudah hilang yaitu ".. wan Budi P... ".

"Jadi hasil sementara kita sampaikan bahwa yang bersangkutan diduga dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) saat itu, Kombes M Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Minggu (11/9/2022).




(dil/alg)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork