Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan menyatakan akan mengecek kasus pembunuhan ASN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo, yang belum terungkap meski sudah empat tahun. Berikut perjalanan kasusnya sejak 2022.
Hilang Sejak 24 Agustus 2022
Saat ditemui detikJateng di rumahnya di Jalan Tembalang Selatan, Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (13/9/2022) malam, istri Iwan Boedi, Onee, mengungkapkan kronologi hari terakhir suaminya di rumah hingga akhirnya dilaporkan hilang.
Onee mengatakan, dirinya terakhir bertemu dengan Iwan pada Rabu (24/8/2022) pagi. Menurut dia, tak ada yang aneh menjelang hilangnya Iwan secara misterius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pamit itu biasa, mengingatkan kalau seragamnya salah. 'Mah itu seragamnya salah'. Oh iya saya siapkan," kata Onee di rumahnya, Selasa (13/9/2022) malam.
Pagi itu, Iwan masih sarapan seperti biasanya. Dia sempat menitipkan uang kepada anaknya untuk perbaikan kos. Onee masih ingat betul momen terakhir kali bertemu dengan Iwan. Meski saat itu Onee juga sedang sibuk mempersiapkan kepergiannya ke Salatiga untuk kerjaannya sebagai perias.
"Seperti biasa saya juga nggak ada firasat apa-apa, mobil (untuk ke Salatiga) juga yang menyiapkan dia," ujar Onee.
Sekitar 06.35 WIB, Iwan berangkat menggunakan jaket hitam dengan motor matik Vario merah tanpa tas di punggungnya. Penampakan itu sama seperti yang terlihat di sejumlah CCTV yang dilihat Onee.
Pagi itu Iwan berangkat ke kantor dan hendak menjadi narasumber di sebuah acara untuk mewakili kantornya. Acara itu merupakan yang kedua setelah dilaksanakan sehari sebelumnya.
Namun, Iwan tak pernah sampai di kantornya. Di hari itu, Onee mengaku tidak tahu jika Iwan tak hadir di kantor dan tidak hadir di acara yang menunggunya sebagai narasumber.
Onee baru mengetahui hal itu pada Kamis (25/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Dini hari itu, dia memberanikan menelepon teman Iwan untuk menanyakan keberadaan suaminya.
"Jam 3 saya ngelilir, saya keluar saya lihat garasi kok nggak ada, saya memberanikan diri telepon teman-teman saya," katanya.
Sebenarnya, sudah sejak pukul 20.00 WIB Onee menghubungi suaminya dan menanyakan keberadaannya. Suaminya yang beberapa kali pulang larut untuk lembur membuatnya sedikit tidak khawatir.
Namun, hal yang membuatnya janggal adalah nomor ponsel suaminya yang tidak aktif. Sejak pukul 20.00 WIB, setiap 30 menit, Onee selalu berusaha menghubungi Iwan. Bahkan, dia dan anak-anaknya sempat menunggu Iwan hingga larut malam.
Onee juga menunjukkan kontak WhatsApp suaminya dan terlihat bahwa terakhir kali aktif sekitar pukul 07.30 WIB.
Mengetahui suaminya menghilang, Onee lalu menghubungi adiknya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Bersama adiknya, dia berusaha menghubungi berbagai nomor yang mungkin mengetahui keberadaan Iwan.
Onee dan adiknya juga berusaha mencari Iwan ke berbagai rumah sakit, namun hasilnya nihil. Karena tahu Iwan mendapat panggilan dari polisi terkait kasus korupsi, Onee sempat menduga Iwan sedang menjalani pemeriksaan. Tapi ternyata Iwan juga tidak ditemukan.
"Saya masih ada sedikit harapan, ayo yah pasti di situ. Ternyata panggilannya tanggal 25. Terus ini suami saya ke mana kok nggak pulang, nggak bawa apa-apa, nggak bawa baju, nggak bawa tas, di sini CCTV kan kelihatan nggak bawa tas," kata dia.
Onee kemudian mendatangi kantor Iwan di Bapenda Kota Semarang untuk meminta izin melaporkan kehilangan Iwan kepada polisi. Dia didukung untuk membuat laporan kehilangan dan Bapenda Semarang juga menugaskan beberapa karyawan untuk mendampingi Onee.
Onee juga sempat meminta tolong Dishub Semarang untuk melacak CCTV untuk mencari Iwan. Namun, Iwan hanya terlihat di dua CCTV di sekitar area Gajahmungkur.
Iwan Diduga Dibunuh, Mayatnya Dibakar
Hingga akhirnya ditemukan sesosok mayat hangus terbakar 100 persen di kawasan Marina, Kota Semarang, Kamis, 8 September 2022. Kondisi mayat itu tidak utuh, yakni tanpa kepala, kaki kanan, dan tangan mulai dari pergelangan. Di lokasi juga terdapat motor yang kondisinya ludes terbakar.
Dugaan bahwa mayat itu ialah Iwan muncul karena nomor polisi motor yang hangus sama dengan motor yang dibawa Iwan saat terakhir pergi tanggal 24 Agustus 2022 sebelum dinyatakan hilang. Selain itu ada name tag yang sebagian hurufnya sudah hilang yaitu ".. wan Budi P... ".
"Jadi hasil sementara kita sampaikan bahwa yang bersangkutan diduga dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) saat itu, Kombes M Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Minggu (11/9/2022).
Iwan Jadi Saksi Kasus Korupsi
Berikut fakta-fakta yang dirangkum dari pemberitaan detikJateng pada tahun 2022 terkait misteri dugaan pembunuhan Iwan Boedi, ASN Bapenda Kota Semarang yang saksi kasus korupsi alih aset Pemkot Semarang.
Sebelum Iwan menghilang dan ditemukan sudah meninggal, polisi sempat berkomunikasi dengan Iwan. Iwan disebut cukup kooperatif sebagai saksi.
"Iya bisa jadi dua kali (sudah komunikasi), kita komunikasi baik-baik, ketemu, baik telepon juga," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng kala itu, Kombes Dwi Subagio saat dihubungi wartawan, Senin (12/9/2022).
Hilang Jelang Di-BAP
Kombes Dwi Subagio mengatakan, agenda pemeriksaan pada tanggal 25 Agustus 2022 merupakan kesepakatan antara Iwan dan polisi. Namun, Iwan tiba-tiba tak bisa dihubungi menjelang pemeriksaan secara resmi.
"Tanggal 25 itu kita sudah sepakat, ayo kita buatkan pemeriksaan, kita buatkan surat untuk tanggal 25 untuk pemeriksaan di kantor. Iya, mau di-BAP hilang," kata Dwi saat itu.
Bukan Saksi Pelapor
Dwi Subagio menjelaskan bahwa Iwan bukanlah saksi pelapor. Iwan merupakan saksi yang disebutkan dalam aduan masyarakat terkait korupsi alih aset di Pemkot Semarang.
"Tidak, dia bukan saksi pelapor tapi dia kooperatif," ujar Dwi.
Polisi masih mendalami kasus itu dan menggali keterangan dari berbagai pihak termasuk Pemkot Semarang.
"Ada, semua pihak yang terkait, yang mengetahui, yang ada dalam lingkungan itu juga kami akan mintai keterangan. Yang pasti ada atau tidak ada Iwan kami tetap melakukan proses, pihak-pihak yang terkait pasti akan kami minta keterangan," kata Dwi.
Meski sudah memeriksa sejumlah saksi, kasus tersebut belum naik ke penyidikan atau mendapat Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).
"Belum (SPDP)," kata Dwi Subagio saat dihubungi wartawan, Senin (12/9/2022).
Kasus Alih Aset Pemkot Semarang Tahun 2010
Kasus korupsi yang menyeret nama Iwan diketahui merupakan kasus alih aset tahun 2010. Iswar Aminuddin yang saat itu menjabat Sekda Kota Semarang membenarkan ada panggilan klarifikasi untuk Iwan. Hingga Jumat (9/9/2022), dari pegawai Pemkot Semarang baru Iwan yang dipanggil.
"Baru Pak Iwan yang dipanggil dari staf Pemerintah Kota (Pemkot Semarang)," kata Iswar saat dihubungi, Jumat (9/9/2022).
Iswar menjelaskan, pada tahun 2010 terdapat hibah tanah dari perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang. Bidang tanah yang dihibahkan cukup luas dan biaya alih sertifikat mencapai miliaran rupiah.
"Jadi anggarannya ada berapa ya, Rp 3 miliar, saya nggak hafal, tapi baru digunakan sebanyak Rp 300 atau 400 juta untuk tim dan kepengurusan dan sebagainya, karena memang bidangnya sangat besar. Jadi anggaran Rp 3 miliar tidak dihabiskan," jelasnya.
Di tahun itu, DPKAD disebut sudah melaporkan surat pertanggungjawaban (SPJ) dan dinilai tidak ada masalah. Hasil audit dari BPK juga menunjukkan hal yang sama.
"Kan kami sendiri diaudit oleh BPK, di audit internal juga ada Inspektorat. Tidak ada temuan sih terkait itu, dulu ya, dulu tahun 2010," ujarnya.
Keterlibatan Iwan Diragukan
Pada tahun 2010, Iwan masih menjabat sebagai staf. Posisi Iwan sebagai staf itu membuat Iswar meragukan keterlibatannya.
"Kalau saya pikir ya nggak (terlibat) orang dia dulu masih staf," kata Iswar.
Sebagai informasi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang merupakan pecahan dari DPKAD dan berdiri tahun 2016. Pada 2022, Iwan menjabat sebagai jabatan fungsional Analis Kebijakan Muda di Bapenda.
Polisi masih mendalami kasus itu dan akan kembali menggali keterangan dari berbagai pihak termasuk Pemkot Semarang.
Saksi Kematian Iwan Ubah Keterangan
Polrestabes Semarang sebenarnya sudah memeriksa saksi kematian Iwan yang mengaku melihat tiga orang di lokasi sebelum jasad Iwan ditemukan. Pada 20 Oktober 2022, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menyebut saksi bernama Agung Portal itu tiba-tiba mengubah keterangan dan menyebut tidak tahu apa-apa.
"Agung Portal selama dalam lindungan LPSK selalu mengatakan tidak, tidak tahu. Artinya begini, dalam perspektif perlindungan, orang yang dilindungi adalah saksi, orang yang melihat, mengetahui peristiwa pidana. Kalau Agung ini tidak tahu, tidak tahu, berarti gugur kualifikasinya sebagai saksi. Untuk apa dilindungi?" tanya Irwan, Kamis (20/10/2022).
"Iya, kunci (Agung Portal saksi kunci)," imbuhnya.
Padahal sebelumnya Agung dan dua saksi lainnya sudah menjalani pemeriksaan bahkan menggunakan alat lie detector.
"Kemudian, terhadap keterangan AG Portal, kita basic-nya pemeriksaan. Kita sodorkan pemeriksaan terhadap yang menjadi acuan pemeriksaan lie detector, itu pemeriksaan pertama, itu artinya kan sesuai dengan pernyataan pertama," kata Irwan, Senin (17/10/2022).
Kematian Iwan Boedi Masih Diusut
Hingga 2024, kasus kematian ASN Kota Semarang, Iwan Boedi Prasetijo, belum juga ada titik terang. Polisi menegaskan kasus itu terus diusut.
Pada Jumat, 30 Agustus 2024, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Johanson Simamora, mengatakan penanganan kasus dilakukan Polrestabes Semarang, Polda Jateng, dan di-backup Bareskrim Polri.
"Ditangani Polrestabes dan Polda Jateng dibackup Bareskrim. Kita gunakan scientific crime investigation. Pembuktian tidak bisa cepat," kata Johanson di Mapolda Jateng, Jumat (30/8/2024).
Dia mengatakan kepolisian tidak diam dan masih berusaha mencari bukti serta saksi. Menurut, Johanson pihaknya tidak mau salah langkah.
"Polri tidak diam, tetap berusaha cari bukti, dan saksi. Kami terus kembangkan. Mohon bersabar karena pembuktian perlu waktu. Kami tidak mau salah langkah," ujarnya.
Kapolda Baru Bakal Cek Kasus Pembunuhan Iwan Boedi
Terbaru, Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan menyebut akan mengecek kasus pembunuhan Paulus Iwan Boedi Prasetijo. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapolrestabes Semarang.
"(Bagaimana penanganan kasus Iwan Boedi?) Saya akan cek ya," kata Roy di Kantor DPRD Jateng, Kamis (15/10/2026).
Diketahui, Iwan Boedi dilaporkan hilang misterius pada 24 Agustus 2022 dan tubuhnya ditemukan terbakar tanpa di tepi Pantai Marina. Kasus itu ditangani Polrestabes Semarang.
"Nanti kita cek ya di Polrestabes Semarang. Kita panggil Kapolrestabesnya, kan kebetulan baru," ucapnya.
