SPPG Bawang Buka Suara Usai Ratusan Warga Batang Keracunan MBG

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 19:28 WIB
KPPG Semarang saat sidang ke SPPG Yayasan Bela Batang Sejahtera, Kamis (24/9/2026). Sidang terjadi usai ratusan warga di Bawang, Batang, keracunan MBG. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Ratusan warga penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala keracunan. Pihak SPPG Bawang dan Yayasan Bela Batang Sejahtera pun buka suara.

"Jadi kemarin itu kita menunya ada nasi putih, telur bumbu balado, mix sayur, terus buahnya buah anggur. Sama tahu putih, tahu putih goreng," kata Kepala SPPG Bawang, Agung Dendi Santoso, saat ditemui wartawan di SPPG Bawang, Batang, Kamis (24/9/2026).

Agung mengatakan, menu tersebut telah diberikan sebanyak dua kali kepada penerima manfaat MBG. Atas kejadian tersebut, SPPG Bawang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Menu itu sudah dua kali. Yang pertama tidak apa-apa. Kita akan evaluasi total, entah itu dari bahan maupun dari proses, dari proses masaknya ataupun dari relasinya juga," ujar Agung.

Saat ini operasional SPPG Bawang dihentikan sementara. Agung mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penghentian operasional itu berlaku.

"Sementara off operasional dulu," ucap dia.

SPPG Bawang diketahui melayani 2.595 penerima manfaat MBG. Agung menuturkan, pihaknya mulai mengetahui adanya dugaan kasus keracunan saat melakukan pengecekan ke sejumlah pos penerima manfaat pada pagi hari.

Dia mengatakan, awalnya belum terlihat adanya lonjakan penerima yang mengalami keluhan. Namun, pada sekitar pukul 13.00 WIB, mulai ada penerima yang dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Awalnya dari situ. Itu pun tidak langsung membeludak, bertahap masuknya. Kita keliling sekitar jam 8-9 (pagi), itu belum ada yang sampai masuk. Terus saya standby jam 1 (siang), baru dua yang masuk. Terus bertahap-bertahap gitu terus," kata dia.

Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bela Batang Sejahtera selaku pemilik SPPG Bawang, Tutut Wahyuningsih, mengatakan pihaknya selama ini telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jadi, SOP yang sudah dibentuk oleh BGN itu, dapur kita masak mulai start jam 2 (pagi). Bahan baku didatangkan sehari sebelum pemberian menu ke penerima manfaat. Jadi itu sudah kita lakukan," kata Tutut di SPPG Bawang.

Tutut berujar, bahan baku yang dikirim ke dapur juga harus dalam kondisi baik, segar, dan memenuhi standar yang telah ditentukan. Adapun menu yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, telur, sayur, tahu, dan buah anggur.

Tutut menjelaskan telur itu diolah dengan saus asam manis, tahu digoreng, sedangkan sayuran dimasak dengan cara ditumis.

"Menu itu sudah diberikan dua kali dengan menu yang sama, dengan SOP yang sama. Kita juga enggak ngerti kenapa bisa terjadi seperti ini," ujarnya.

Pihak yayasan bersama SPPG kini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya dugaan keracunan tersebut.




(dil/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork