Setidaknya 411 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengungkap, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bela Batang Sejahtera ternyata melanggar SOP dengan memasak MBG pada malam harinya.
"Dari investigasi awal yang kami temukan melalui pengecekan CCTV, di situ kami melihat adanya pengolahan makanan yang lebih awal, ya. Dilakukan pengolahan mulai dari pukul 19.30 WIB," kata Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, saat ditemui di SPPG Yayasan Bela Batang Sejahtera, Kamis (24/9/2026).
Hadiriajaya mengatakan, seharusnya berdasarkan standar prosedur operasional (SOP), MBG harusnya dimasak pada hari yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mana ini memang harusnya juga menjadi sesuatu yang fatal karena memang kalau di SOP itu harusnya dilakukan pengolahan setelah jam 2 dini hari," ungkapnya.
Ia melanjutkan, SPPG tersebut sudah ditutup sementara selama 30 hari.
"Ini juga sudah dilakukan penutupan sementara selama 30 hari. Karena ini berdasarkan jumlah korban, ini kategori suspek berat," tuturnya.
Selanjutnya, kata Hadiriajaya, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas nasib SPPG Yayasan Bela Batang Sejahtera.
"Kemudian juga terkait dengan SPPG ini sudah kita laporkan ke tingkat pusat, nanti akan dievaluasi lebih lanjut. Dan apabila ditemukan unsur-unsur yang melanggar, bisa mungkin dikenakan pemberhentian operasional selamanya sebagaimana Pak Kepala Badan telah menerbitkan 4 SPPG yang ada di Indonesia ini untuk ditutup secara permanen," tutur Hadiriajaya.
Dikatakan Hadiriajaya, pengawasan sudah dilakukan secara berjenjang, antara lain dengan menunjuk koordinator di tingkat kecamatan.
"Untuk pengawasan sebenarnya kita lakukan berjenjang. Artinya memang di SPPG ini ada yang ditunjuk namanya Koordinator Kecamatan. Kemudian berjenjang Korwil dan Kareg, dan ada kami di KPPG di Semarang. Artinya apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai, itu silakan mungkin tahap pertamanya dilakukan teguran lisan, kemudian tertulis," katanya.
Sebelumnya diberitakan ratusan warga di Kecamatan Bawang, diduga mengalami keracunan MBG. Menu MBG berupa olahan telur pada Selasa (22/9). Korban keracunan usai mendapat MBG yang berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) alias dapur MBG yang sama.
Dapur itu disebut melayani 11 titik penerima manfaat di Kecamatan Bawang, dengan total 2.700 penerima manfaat, mulai dari TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.
