Sebanyak 105 murid dan delapan guru di SMAN 1 Rembang mengalami keluhan diare dan mual. Keluhan tersebut muncul diduga setelah mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis kemarin.
"Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tendik tidak ada," kata Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari saat dimintai konfirmasi detikJateng melalui sambungan Whatsapp, pada Jumat (25/9/2026) malam.
Endang mengatakan, data tersebut merupakan laporan yang dihimpun sekolah hingga Jumat (25/9) pagi. Sekolah kemudian melakukan pemantauan dan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Jumat malam, jumlah siswa yang masih mengalami diare dan mual tercatat sebanyak 28 orang. Sementara siswa lainnya dilaporkan sudah membaik setelah mendapat penanganan.
Endang menuturkan, dirinya pertama kali mendapat laporan adanya siswa yang mengalami diare sekitar pukul 09.30 WIB tadi. Saat itu dirinya sedang menghadiri rapat di Cabang Dinas Pendidikan.
"Sekitar pukul 09.30 saya ditelepon Waka Humas, bilang ada beberapa anak yang diare. Akhirnya saya minta dibuatkan list data anak, diperjelas siapa yang merasa sakit perut dan diare," ujarnya.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak sekolah langsung meminta siswa yang mengalami sakit perut untuk menuju UKS. Mereka kemudian mendapat obat dari sekolah dan kondisi mereka dipantau.
Sekolah juga langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Magersari 2 yang menyediakan menu MBG. Pihak SPPG kemudian berkoordinasi dengan dokter untuk mendapat petunjuk terkait obat yang diberikan.
"Setelah saya koordinasi dengan Waka Humas, saya langsung telepon SPPG saya minta untuk ke sekolah. Dan SPPG setelah dari sekolah langsung koordinasi dengan dokter untuk minta petunjuk obat yang harus diberikan, tadi pukul 14.30 WIB dari SPPG mengantar obat dan pengganti cairan Hidrococo, beberapa kardus untuk anak-anak yang belum pulang (Ikut ekstrakulikuler). Alhamdulillah pihak SPPG kooperatif," jelas Endang.
"Alhamdulillah sampai tadi sore ada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka untuk kelas X, dan tambahan TKA untuk kelas XII, anak-anak kondisi aman," imbuhnya.
Endang memastikan sejauh ini tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan intensif di puskesmas maupun rumah sakit.
"Tidak ada, anak-anak minum obat dari sekolah. Sore tadi dikirim obat dari SPPG dan minuman Hidrococo," katanya.
Data siswa yang mengalami keluhan juga terus dipantau melalui ketua kelas masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar sekolah bisa segera berkoordinasi dengan SPPG jika ada siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Menu MBG yang disantap siswa pada Kamis (24/9) terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.
Terkait penyebab keluhan tersebut, Endang mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan. Dia menduga rasa pedas atau saus pada makanan mungkin berpengaruh terhadap siswa yang kondisi tubuhnya sedang tidak fit.
"Kalau dugaan saya mungkin pedas, sama ada saus, sehingga anak yang kondisi tidak fit jadi diare. Kebetulan saya juga makan, alhamdulillah saya tidak ikut diare," ungkapnya.
Hingga Jumat malam, sekolah masih melakukan pemantauan terhadap 28 siswa yang mengalami diare dan mual. Penyebab pasti keluhan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut bersama pihak terkait.
