Ratusan warga penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala keracunan. Pihak SPPG Bawang dan Yayasan Bela Batang Sejahtera pun buka suara.
"Jadi kemarin itu kita menunya ada nasi putih, telur bumbu balado, mix sayur, terus buahnya buah anggur. Sama tahu putih, tahu putih goreng," kata Kepala SPPG Bawang, Agung Dendi Santoso, saat ditemui wartawan di SPPG Bawang, Batang, Kamis (24/9/2026).
Agung mengatakan, menu tersebut telah diberikan sebanyak dua kali kepada penerima manfaat MBG. Atas kejadian tersebut, SPPG Bawang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menu itu sudah dua kali. Yang pertama tidak apa-apa. Kita akan evaluasi total, entah itu dari bahan maupun dari proses, dari proses masaknya ataupun dari relasinya juga," ujar Agung.
Saat ini operasional SPPG Bawang dihentikan sementara. Agung mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penghentian operasional itu berlaku.
"Sementara off operasional dulu," ucap dia.
SPPG Bawang diketahui melayani 2.595 penerima manfaat MBG. Agung menuturkan, pihaknya mulai mengetahui adanya dugaan kasus keracunan saat melakukan pengecekan ke sejumlah pos penerima manfaat pada pagi hari.
Dia mengatakan, awalnya belum terlihat adanya lonjakan penerima yang mengalami keluhan. Namun, pada sekitar pukul 13.00 WIB, mulai ada penerima yang dibawa ke fasilitas kesehatan.
"Awalnya dari situ. Itu pun tidak langsung membeludak, bertahap masuknya. Kita keliling sekitar jam 8-9 (pagi), itu belum ada yang sampai masuk. Terus saya standby jam 1 (siang), baru dua yang masuk. Terus bertahap-bertahap gitu terus," kata dia.
Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bela Batang Sejahtera selaku pemilik SPPG Bawang, Tutut Wahyuningsih, mengatakan pihaknya selama ini telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jadi, SOP yang sudah dibentuk oleh BGN itu, dapur kita masak mulai start jam 2 (pagi). Bahan baku didatangkan sehari sebelum pemberian menu ke penerima manfaat. Jadi itu sudah kita lakukan," kata Tutut di SPPG Bawang.
Tutut berujar, bahan baku yang dikirim ke dapur juga harus dalam kondisi baik, segar, dan memenuhi standar yang telah ditentukan. Adapun menu yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, telur, sayur, tahu, dan buah anggur.
Tutut menjelaskan telur itu diolah dengan saus asam manis, tahu digoreng, sedangkan sayuran dimasak dengan cara ditumis.
"Menu itu sudah diberikan dua kali dengan menu yang sama, dengan SOP yang sama. Kita juga enggak ngerti kenapa bisa terjadi seperti ini," ujarnya.
Pihak yayasan bersama SPPG kini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya dugaan keracunan tersebut.
Korban Tembus 411 Orang
Diberitakan sebelumnya, korban keracunan makanan dari program MBG di Kabupaten Batang bertambah menjadi lebih dari 411 orang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menyebut sekitar 170 korban di antaranya menjalani rawat inap.
"Yang pertama adalah make sure apa yang terjadi, sehingga bisa menimpa lebih dari 411 korban per tadi jam 12.00 WIB dilaporkan. Di rumah sakit ada lebih dari 411, yang kemudian ada di rawat inap itu sekitar 170, 200 sekian sudah kembali ke rumah," kata Faiz saat meninjau SPPG yang bermasalah di Kecamatan Bawang, Batang, Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Faiz juga menyatakan bersedih dan berduka atas peristiwa yang menimpa ratusan warganya.
"Pertama, saya ingin sampaikan kita semua sedih, kita semua berduka. Saya sendiri juga dari tadi pagi keliling ke beberapa tempat, ke rumah sakit, ke puskesmas. Banyak sekali anak-anak kecil yang kemudian diinfus, kondisinya masih lemas, kemudian masih muntah, diare, dan lain sebagainya," ucap Faiz.
Faiz menegaskan, penanganan para korban menjadi prioritas utama.
"Ini adalah kondisi kedukaan, di mana kita harus melakukan tiga hal prioritas," ujarnya.
Faiz juga menyebut kondisi ini membuat rumah sakit penuh dan korban dirawat di ruang seadanya.
"Yang di ruangan memang kapasitas rumah sakit. Jadi karena penuh, sebagian ada di lorong," ujarnya saat menjenguk korban keracunan di RSUD Kalisari Batang, Kamis (24/9/2026).
Ia menyebut, berdasarkan data sementara pada pukul 03.00 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 276 orang. Namun, jumlah tersebut terus bertambah setelah sejumlah pasien kembali berdatangan ke fasilitas kesehatan.
"Per tadi malam itu masih 276, jam 03.00 dini hari. Tapi ini terus masih ada bertambah. Kayak tadi pagi saja barusan nambah empat di sini. Terus kemudian di beberapa puskesmas juga nambah, di Limpung juga nambah. Ya mungkin di antara 300-an lah," ujarnya.
Korban yang mengalami keluhan juga berasal dari berbagai kelompok usia. Bahkan, terdapat korban yang masih berusia bayi.
"Variatif. Ada yang 10 bulan, yang paling kecil, sampai dewasa dan bahkan mungkin usia senja juga sudah ada," kata Faiz.
Simak Video 'Ratusan Orang Keracunan MBG di Batang, RS Penuh!':
