SPPG Bawang Kena Suspend Berat Buntut Keracunan MBG Massal di Batang

SPPG Bawang Kena Suspend Berat Buntut Keracunan MBG Massal di Batang

Suci Risanti Rahmadania - detikJateng
Jumat, 25 Sep 2026 16:18 WIB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengecek SPPG di Desa/Kecamatan Bawang, usai ratusan warga keracunan MBG, Kamis (24/9/2026).
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengecek SPPG di Desa/Kecamatan Bawang, usai ratusan warga keracunan MBG, Kamis (24/9/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Solo -

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan suspend kategori berat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Keputusan itu terkait dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Batang.

"Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat, sehingga kita juga akan melakukan evaluasi secara penyeluruh, serta melakukan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait," kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, Kamis (24/9/2026), dikutip detikHealth dari laman resmi BGN.

Dilansir detikHealth, BGN mengungkap sejumlah temuan dalam pemeriksaan awal kasus keracunan makanan bergizi gratis yang dialami ratusan siswa di Batang. Salah satunya, telur untuk menu MBG telah diolah sejak pukul 19.30 WIB dan baru dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut BGN, temuan tersebut merupakan salah satu bentuk ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang ditemukan dalam pemeriksaan SPPG di Kecamatan Bawang.

ADVERTISEMENT

BGN juga menyoroti kondisi kebersihan pada beberapa bagian SPPG tersebut. Meski demikian, BGN belum menyimpulkan temuan itu sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG.

"Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi," ujar Ketut.

Diketahui, kasus terjadi setelah penerima manfaat menyantap MBG dari SPPG di Kecamatan Bawang, Batang, pada Rabu (23/9) lalu. Sebagai langkah mitigasi, BGN menghentikan sementara operasional SPPG tersebut dan mencopot kepala SPPG dari jabatannya.

BGN masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, dan Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk menangani penerima manfaat serta mengusut penyebab kejadian.

Hasil investigasi akan menjadi dasar BGN untuk menentukan tindakan selanjutnya terhadap SPPG tersebut, termasuk tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan operasional.

Diberitakan sebelumnya, hingga Jumat (25/9), tercatat 498 orang menjalani pemeriksaan.

"Terperiksa itu 498. Dirujuk 159, rawat jalan 319, rawat inap Puskesmas Batang 20. Nah, yang hari ini di Rumah Sakit Batang itu ada 90. Sudah pulang 28, tinggal 62," kata Wakil Bupati Batang, Suyono, saat ditemui di RSUD Kalisari Batang, Jumat (25/9/2026).

Selama Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9), di RSUD Kalisari Batang terdapat 90 pasien yang menjalani pemeriksaan dan perawatan. Dari jumlah tersebut, 28 orang telah diperbolehkan pulang dan masih ada 62 pasien yang menjalani perawatan.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads