Kepala SPPG Sukorejo 2 Blora Dicopot Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Jumat, 11 Sep 2026 17:59 WIB
Wakil Kepala BGN, Trenggono memberikan keterangan saat mengunjugi SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng
Blora -

Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot kepala SPPG Sukorejo 2 usai ratusan siswa mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG itu juga di-suspend selama 30 hari.

"Kepala dapurnya pun jelas kita copot ya karena dia juga tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak patuh terhadap SOP itu harus kita copot," ucap Wakil Kepala BGN, Trenggono usai mengecek dapur SPPG Sukorejo 2, Jumat (11/9/2026).

Trenggono menjelaskan pencopotan kepala dapur dilakukan sebagai bagian dari sanksi pelanggaran yang ditemukan.

"(Kepala dapur) Langsung dicopot. Yang jelas sanksinya kepada kepala dapur," tegasnya.

Dia mengatakan peristiwa keracunan tersebut merupakan kejadian yang fatal. Selain itu SPPG yang terletak di Kecamatan Tunjungan dinilai tidak memenuhi persyaratan. Bahkan, sejumlah SOP disebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

"Kita suspend berat dulu, Saya lihat memang dapur kini sangat tidak memenuhi syarat, banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan," kata Trenggono.

Dia menjelaskan sanksi sanksi tersebut berlaku selama 30 hari. Setelah masa tersebut berakhir, BGN akan melakukan evaluasi terhadap SPPG yang bersangkutan.

"Suspend berat 30 hari, kalau (dapur MBG) ini jelas cukup jelek. Setelah 30 hari akan diadakan suspend permanen," ujarnya.

Selain persoalan standar pengelolaan dapur, Trenggono juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan keberadaan SPPG apabila aktivitas dapur dinilai mengganggu lingkungan sekitar.

Menurutnya, laporan masyarakat dapat disampaikan langsung ke BGN pusat. BGN akan menindaklanjuti laporan maupun temuan terkait operasional SPPG sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

"Tapi kalau di setiap dapur ada masyarakat terganggu terhadap keberadaan SPPG boleh, silakan melaporkan ke BGN pusat, bahwa lingkungan terganggu, itu bisa dilaporkan," jelasnya.

Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Achmad Afif Jaelani, menyatakan tetap menghormati keputusan BGN terkait sanksi maupun pencopotan dirinya dari posisi kepala dapur SPPG Sukorejo 2.

"Saya tetap menjalankan tugas misal dari BGN seperti itu ya saya mengikuti apapun yang jadi keputusan dari pihak BGN," kata Achmad.

Dia mengatakan saat Wakil Kepala BGN mengecek dapur, persoalan yang disampaikan tidak terlalu banyak.

"Tidak terlalu banyak, hanya chiller-nya saja," ujarnya.

225 Siswa Jadi Korban

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat mengatakan korban keracunan MBG yang didistribusikan oleh SPPG Sukorejo 2 bertambah. Tercatat korban keracunan MBG dari dapur itu bertambah menjadi 225.

"(Korban keracunan MBG) 216 itu tadi malam. Hari ini 9 orang dari SMAN 1 Tunjungan," jelasnya saat dimintai konfirmasi.

Dia mengatakan dari total korban keracunan tersebut 5 orang di antaranya sempat menjalani perawatan medis. Per hari ini yang masih menjalani rawat inap 4 orang.

"Rawat inap sampai tadi di Klinik Citra Mulia 2, di RSU 2 orang. Yang di Puskesmas Japah sudah pulang," terang Edy.

Sampai sekarang pihaknya belum mengetahui penyebab pasti keracunan tersebut.

"Saya tidak berani menduga, Mas. Kalau itu tunggu hasil lab," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa di Blora mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG dari SPPG Sukorejo 2. Korban keracunan menu MBG itu mengalami kondisi lemas, diare, muntah, mual, hingga pusing.

Para penerima manfaat mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, dan rebusan brokoli jagung manis pada Senin (7/9) yang didistribusikan oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.



Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"

(afn/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork