Viral Mahasiswa Undip Kirim Pesan Cabul, Kampus Turun Tangan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 15:51 WIB
Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Semarang -

Kasus dugaan pelecehan seksual mencuat di kalangan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Seorang mahasiswa Undip disebut mengirim pesan cabul kepada lebih dari 10 mahasiswi.

Kasus itu viral di media sosial usai diunggah akun X @anythngineed. Unggahan itu menyertakan sejumlah tangkapan layar berisi pesan cabul terduga pelaku.

"PLIS BANTU VIRALIN, ANOTHER PELAKU KS berkeliaran di Undip. Korbannya udah banyak bgttt. kelakuan dari smp gaperna tobat dibawa bawa sampe kuliah," tulis akun @anythngineed, dilihat detikJateng, Rabu (15/7/2026).

Postingan itu juga menyebut nama lengkap si mahasiswa tersebut beserta daerah asalnya, lengkap dengan fakultas dan tahun angkatannya.

Akun itu mengungkap pesan-pesan cabul yang dikirimkan oleh pelaku. Terduga pelaku juga disebut pernah meminta maaf di salah satu grup.

"bilangnya udah minta maaf ke korban si? tapi korbannya banyak... minta maafnya ke korban yang mana ni??," ucapnya.

Saat dimintai konfirmasi, salah satu korban, bercerita kepada detikJateng bahwa awalnya ia mengenal terduga pelaku dari media sosial.

"Awalnya dia follow terus suka react story, lama kelamaan chat biasa kaya kenalan, nanya jurusan apa dan lain-lain. Setelah itu dia mulai chat ke arah yang tidak pantas," kata korban melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Ia menyebut, terduga pelaku merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip. Namun para korban datang dari berbagai fakultas dan jurusan.

"Yang saya tahu ada kurang lebih 10, tapi ternyata saat saya baca komentar dari Instagram ternyata korbannya lebih dari itu," ucapnya.

Menurutnya, terduga pelaku yang pernah terseret kasus yang sama saat SMP itu mulai melakukan pelecehan di kampus sejak awal berkuliah, tahun 2024.

"Korban lain sempat lapor ke Satgas PPKS. Namun, hingga saat ini dari pihak satgas belum ada respons atau tindak lanjut yang disampaikan," ucapnya.

"Aku satu kampus sama dia, tapi nggak pernah ketemu sama sekali karena aku selalu nolak kalau diajak ketemu. Tapi katanya dia pernah melihat aku," ungkapnya.

Ia menyampaikan, hingga kini masih banyak korban yang trauma akibat perlakuan terduga. Mereka berharap kasus itu ditangani secara adil.

"Harapannya pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai, serta efek jera agar kejadian serupa tidak terulang. (Pernah minta maaf?) Di grupnya itu aja. Aku juga korban, dan dia nggak ada sama sekali minta maaf," tuturnya.

Saat dimintai konfirmasi, Direktorat Jejaring Media, Nurul Hasfi, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia mengatakan, pihak kampus masih melakukan verifikasi terhadap kasus itu.

"Benar mahasiswa Undip, saat ini, informasi yang diterima masih dalam proses verifikasi melalui mekanisme yang berlaku," kata Nurul melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Ia menyebut, berdasarkan informasi awal, dugaan tindakan pelecehan tersebut terjadi di luar kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, atau di luar perkuliahan.

"Berupa komunikasi verbal melalui media daring dalam konteks pergaulan pribadi yang bersangkutan," ucapnya.

"Undip tetap menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pihak-pihak terkait," lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa Undip tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.



Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"

(apl/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork