Cerita Handi Loper Koran Magelang Naik Haji, Nabung Rp 25 Ribu per Hari

Cerita Handi Loper Koran Magelang Naik Haji, Nabung Rp 25 Ribu per Hari

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 30 Apr 2026 17:02 WIB
Handi, loper koran yang berhasil mewujudkan impiannya berhaji, saat ditemui di Pendopo Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kamis (30/4/2026).
Handi, loper koran yang berhasil mewujudkan impiannya berhaji, saat ditemui di Pendopo Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kamis (30/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Handi (62), seorang loper koran di Kabupaten Magelang, begitu senang karena akhirnya dia bisa menunaikan ibadah haji. Ia bercerita perjuangannya menabung dari pekerjaannya sebagai loper koran.

Handi yang dikenal sebagai Andi Koran, termasuk salah satu dari 1.423 calon jemaah haji asal Kabupaten Magelang yang dilepas Wakil Bupati Sahid. Ia masuk kelompok terbang (kloter) 18 yang berangkat pada Rabu (13/5) mendatang.

Andi Koran mengaku awal mendaftar haji pada tahun 2012 silam. Ia mengenang dana untuk mendaftar merupakan uang talangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya daftar haji itu tahun 2012 dengan dana talangan. Ketika dengan dana talangan itu saya prihatin, uang nanti hasil keringat lah dari kerja loper untuk mengangsur demi kesuksesan saya berniat untuk haji," kata Andi Koran kepada wartawan di sela-sela mengikuti manasik dan pelepasan haji tingkat Kabupaten Magelang di Pendopo Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Semoga saja haji saya nanti mabrur, bisa melakukan sunah, wajib dan rukun-rukunnya. Alhamdulillah, saya di masa tua ini dapat hadiah bisa haji, karena otomatis orang tua saya juga haji, simbah saya haji, saya juga senang naik haji," sambungnya.

Ia mengaku menjadi loper koran sejak tahun 1990-an sampai sekarang. Dia sempat merasakan masa kejayaan saat menjadi loper koran dari 1990-an sampai 2015.

Warga Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang ini mengaku tiap pagi sehabis salat subuh berangkat ke agen koran di Kota Magelang. Dari agen tersebut, ia mendistribusikan berbagai koran kepada para pelanggannya yang rata-rata perkantoran.

Perkantoran tersebut, salah satunya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.

"Saya sejak tahun 90-an lah (loper). Sampai sekarang. (Muter) Di Pemkot, saya," ujar Andi.

"Masih bawa (koran untuk pelanggan). Ya lumayan lah karena tiap-tiap kantor itu walaupun sekarang dengan masa IT. Sekarang pemkot khususnya itu masih ada anggarannya sehingga saya masih loper di kantor itu. Sama sekitar-sekitarnya (perkantoran) itu masih antusias untuk loper," tuturnya.

Setiap hari dia membawa sekitar 50 eksemplar koran, baik media lokal maupun nasional. Hanya saja, dirinya mengalami penyusutan pelanggan, dari yang awalnya ratusan pelanggan kini hanya tersisa 25 saja.

Meski begitu, berkurangnya pelanggan tidak menyurutkannya untuk menabung demi melunasi biaya haji. Ia mengaku menyisihkan sekitar Rp 25 ribu setiap harinya dari hasil loper koran.

"(Penghasil dari loper) Nek dulu bisa Rp 25 ribu. Tapi, sekarang itu ya karena nominal penghasilan saya semenjak ini kalah dengan HP itu memang ya minim sekali. Ya tahun 90 sampai 2015. Ya saya ya 25 lah itu, Rp 25 ribu," kata Andi.

Selain dari menabung setiap harinya, dia memperoleh pendapatan tambahan. Baik dari berkebun maupun usaha lainnya.

"Hasil rumah misalkan kebun saya ada penghasilan, ada sampingan-sampingan untuk penghasilan yang di rumah itu, saya sisihkan. Saya itu sistemnya ya nabung lah (harian)," bebernya.

"Hasil dari beberapa, ya cuman tidak koran, nyambi-nyambi apa, makelaran, nyambi apa. Apa saja, saya ya bisa prihatin untuk ngangsur cicilan itulah," lanjut Andi.

Andi menambahkan selama berangkat haji akan berhenti menjadi loper koran. Nantinya, tugasnya bakal digantikan langsung oleh agen koran.

"Ya dua bulan lah. Nanti setelah dua bulan (selesai haji), saya eksis lagi untuk loper," tutur dia.

Untuk persiapan berangkat haji, nantinya bakal menggelar acara pamitan dengan para tetangganya. Selain itu, selamatan maupun pengajian.

"Saya 13 Mei (berangkat). Cuma selamatan biasa itu mengundang tangga teparo sak-RT sama tetangga-tetangga. Kalau di desa ya cuma pengajian," beber dia yang berangkat bersama istrinya, Sri Puji Intihayati.

Kyra (dua dari kiri), calon haji termuda yang baru berusia 13 tahun asal Kabupaten Magelang, saat ditemui Kamis (30/4/2026).Kyra (dua dari kiri), calon haji termuda yang baru berusia 13 tahun asal Kabupaten Magelang, saat ditemui Kamis (30/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Jemaah Haji Paling Muda

Dalam pelepasan calon haji hari ini, terdapat calhaj termuda Kabupaten Magelang. Namanya Krya Talita Sakhi, yang pada April ini berusia 13 tahun lebih 5 bulan.

Nantinya, Krya berangkat haji bersama ibunya, Dian Rahmawati (38). Selain itu, bersama dua saudara lainnya yang berangkat pada 13 Mei 2026 atau kloter 18 dari Bandara YIA.

"Ya, bangga bisa nemenin ibu haji tahun ini. Persiapan baju, pakaian, barang-barang yang mau dibawa. Bawa gamis, bawa baju tidur dan printilan lain-lain," ujar Krya.

Untuk persiapan fisik, kata Krya, setiap harinya jalan di depan halaman rumahnya. Hal ini dilakukan minimal 10 kali putaran hingga 15 kali putaran.

"Ya setiap hari jalan cepat di halaman 10 putaran, 15 putaran," katanya.

"Iya, sama Ibu, Pakdhe dan Budhe ya (berangkat hajinya)," ujar dia.

Orang tua Krya, Dian Rahmawati, menambahkan dia diminta untuk memasukkan nama putrinya menggantikan mendiang suaminya yang meninggal lima tahun lalu. Saat itu, dia mendapat rekomendasi baik dari saudaranya maupun KUA Pakis.

"Itu diminta buat mengganti nama Kyra untuk pelimpahan porsi ayahnya karena ayahnya sudah wafat tahun 2021. Terus disarankan untuk mengurus berkas pelimpahan," kata Dian.

"Pada November 2025 itu berkas pelimpahan diurus dan sampai selesai sampai pada penggantian nama buku tabungan atas nama Kyra. Secara berkas sudah selesai, tapi belum tahu kalau bisa berangkat. Setelah Januari 2026 itu ada aturan bahwa 13 tahun sudah bisa berangkat. Jadi Kyra dipanggil biometrik oleh Kemenhaj Magelang," tambahnya.

Dian mengatakan, dirinya mendaftar haji bersama almarhum suami dan dua saudaranya pada tahun 2012. Ia pun bakal mengambil cuti dari mengajar di SDN Girirejo 3 Ngablak.

"Saya cuti mulai tanggal 4 Mei, kemudian masuk kerja tanggal 29 Juni. Iya, tiga hari setelah pulang. Saya ngajar di SD Negeri Girirejo 3 Ngablak," tambah Dian.

Dian mengatakan, persiapan yang dilakukan sangat kompleks. Bahkan dari setahun yang lalu telah dilakukan.

"Dari Juni 2025 itu ikut KBIHU Armina sudah menyelenggarakan manasik. Kalau di Armina itu manasiknya 21 kali. Kemudian, sambil mempersiapkan peralatan, yaitu misal peralatan gamis, baju, terus yang menutup aurat, cari yang nyaman gitu saja," imbuhnya yang akan menggelar pengajian, 2 Mei.

Pesan Wabup

Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid mengatakan, pada tahun ini Kabupaten Magelang mendapatkan kuota yang cukup signifikan.

"Semoga jemaah haji dari Kabupaten Magelang bisa menjalankan dengan lancar, selamat dan dapat pulang kembali dengan selamat sampai Magelang," kata Sahid.

Pesan yang disampaikan kepada para jemaah haji, kata Sahid, paling tidak haji memerlukan fisik yang sehat.

"Jaga fisik kita karena memang di sana itu, kalau namanya lempar jumrah itu ada yang afdhal dan tidak. Maka kalau masyarakat Indonesia itu diarahkan untuk setelah salat Zuhur," kata Sahid.

"Kalau pagi itu masih masa-masa yang dari negara-negara lain yang berdesak-desakan. Walaupun sekarang sudah lebih longgar ya, tapi ya kehati-hatian, jaga kesehatan," imbuhnya.

Perihal Pemkab Magelang minta didoakan saat berhaji, kata Sahid, Pemerintah Kabupaten minta tambah doanya kepada jemaah haji yang akan berangkat ini.

"Semoga di Kabupaten Magelang ya dapat kenyamanan, dapat kedamaian, warganya tambah sejahtera. Yaitu menjadikan doa yang kami harapkan dari jemaah yang berangkat ini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads