Laporan palsu debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) terjadi lagi di Semarang. Hari ini, Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.
Laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor hotline 113 pada Kamis (23/4) pukul 17.10 WIB.
"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini, Kamis (23/4/2026).
Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.
"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DC-nya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.
Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.
Tantri menjelaskan, Damkar Kota Semarang mengetahui jika laporan tersebut dari DC setelah personelnya dicurhati oleh pemilik warung yang mengaku terjerat pinjol.
"Tahu itu pas pemilik warungnya cerita kalau dia punya utang ke pinjol," ungkapnya.
Tantri pun sempat menelpon pembuat laporan tersebut. Namun, teleponnya tidak diangkat.
"Tadi saya telepon lagi tidak diangkat, dari pinjolnya," terangnya.
Ambulans Sempat Jadi Korban
Aksi tak terpuji DC pinjol ini juga terjadi Februari lalu. Aksi orderan fiktif yang diterima tiga ambulans di Kota Semarang sempat viral di media sosial.
Video itu viral usai diunggah akun @informasi.semarang. Tampak ada tiga unit ambulans dan satu mobil pikap Lalamove yang berada di sepanjang jalan perumahan di Kecamatan Semarang Barat.
"Sebuah video beredar bahwa adanya orderan fiktif yang di alami 3 unit Ambulance dan 1 pick up Lalamove yang dilakukan oleh Oknum Cillector dari Pinjaman Online," tulis akun @informasi.semarang, Selasa (3/2).
Disebutkan, pihak ambulans mendapat order pasien gawat darurat untuk diantarkan ke salah satu rumah sakit di Semarang. Sementara pikap Lalamove mendapat order untuk membawa sejumlah barang.
"Sesampainya di lokasi, kontak penelpon di konfirmasi namun yang disampaikan oknum ini "Tolong sampaikan untuk segera membayar hutang". Tetap waspada dan hati-hati lur, hindari pinjaman online apapun agar tak terjerumus," tulis akun itu.
Salah satu Admin Ambulans Antasena, Aldy (25), membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, order diterima dari seseorang bernama Adi Prasetya.
Pemesan mengirim data pasien lengkap, nama pemilik rumah, dan penanggung jawab. Alamat pun dikirimkan melalui fitur bagikan lokasi di WhatsApp sehingga pihaknya langsung bergegas berangkat menggunakan ambulans.
Akhirnya pemilik rumah pun keluar dan mengatakan bahwa pesanan ambulans itu merupakan pesanan fiktif. Bahkan sehari sebelumnya, rumahnya juga didatangi sejumlah mobil Lalamove.
Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"
(alg/aku)