Seorang debt collector (DC) pinjol yang membuat laporan palsu terkait kebakaran warung nasi goreng di Kecamatan Semarang Barat mendatangi Mako Damkar Kota Semarang di Kecamatan Semarang Barat, sore ini.
Pantauan detikJateng pada Sabtu (25/4/2026), DC pinjol yang diketahui bernama Bonefentura Soa (29) datang bersama sejumlah orang lainnya menggunakan dua mobil pada pukul 16.33 WIB. Selain DC tersebut, pemilik warung nasi goreng juga telah berada di Mako Damkar Kota semarang sejak sore tadi.
DC tersebut dan sejumlah orang lain yang datang bersama dia langsung menyalami sejumlah petugas Damkar. Tampak pula Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Tantri Pradono dan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan menyambut kedatangan DC tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, DC bersama pemilik warung nasi goreng, Ade, dan Tantri, masuk ke ruang rapat Mako Damkar Kota Semarang.
DC tersebut bernama Bonefentura Soa (29) atau akrab disapa Fenan itu pun meminta maaf atas kelakuannya.
"Meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Damkar Semarang, kepada masyarakat Semarang semuanya," ungkap Fenan kepada wartawan.
Dia mengakui perbuatanannya merugikan banyak pihak.
"Saya mengakui perbuatan saya merugikan bukan hanya satu pihak, banyak pihak," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Damkar Kota Semarang mendapat laporan palsu tentang adanya kebakaran sebuah warung nasi goreng di Jalan WR Supratman, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Ternyata laporan tersebut dibuat oleh seorang debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).
Adapun laporan tersebut disampaikan melalui WhatsApp ke nomor 113 pada Kamis (23/4) pukul 17.10 WIB.
"Jadi ini ceritanya tadi ada laporan ke sini, ternyata itu DC pinjol. Jadi itu diteror oleh DC pinjol melaporkan kalau warung nasi gorengnya itu kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi malam ini.
Namun saat datang ke lokasi, petugas Damkar tidak menjumpai adanya satu unit warung nasi goreng yang terbakar. Tantri menduga, DC tersebut melapor untuk menakut-nakuti pemilik warung tersebut.
"Ternyata setelah anggota kami ke sana tidak ada kebakaran, ternyata dari DC pinjol. DCnya (yang melapor) buat nakut-nakutin," terangnya.
Tantri menyebut, nama pelapor yakni Adi. Dia menyebut, ada dua armada dengan 12 personel yang diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Kalau tadi di situ tertera nama pelapornya Adi," katanya.
Baca juga: Giliran Damkar Semarang Kena Prank DC Pinjol |
Terlacak di Sleman
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan menyebut pihaknya mengadukan dugaan laporan palsu itu ke Polrestabes Semarang pada Jumat (24/4).
"Atas saran Pak Kepala Dinas dan komunikasi dengan teman-teman Polrestabes diminta untuk dilaporkan saja karena sesuai undang-undang KUHP. Tadi sudah dikirim (aduan) ke Polrestabes," jelas Ade di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (24/4).
Ade menyebut, terduga DC tersebut sebelumnya mengaku berada di Surabaya, Jawa Timur. Saat dilacak melalui nomor seluler, orang tersebut berada di Sleman, DIY.
"Dan kami juga minta bantuan kawan-kawan tadi yang memiliki kemampuan untuk ngecek posisi nomor HP tersebut dan ternyata posisinya ada di Sleman. Padahal yang bersangkutan alasannya ada di Surabaya," terangnya.
Saat ini, nomor yang digunakan terduga DC tersebut sudah tidak aktif. Ade menganggapnya sebagai tidak ada niatan baik untuk meminta maaf.
"Jadi menurut saya memang sudah enggak ada indikator baik untuk meminta maaf atau klarifikasi. Padahal kami sudah minta yang bersangkutan minta bikin saja video konfirmasi. Ternyata nomornya sudah tidak aktif," ungkap Ade.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut pihaknya mengirim pengaduan ke Polrestabes Semarang. Adapun teradu yakni nomor yang digunakan terduga DC tersebut.
"Kalau itu pengaduan. (Yang diadukan soal laporan fiktif yang dibuat terduga DC itu?) Iya, karena kita di situ tidak bisa menyebutkan identitas nama dan lain sebagainya hanya nomor HP," kata Tantri.
(apl/apl)
